Daftar Isi
Minum kopi sebelum tidur siang atau yang dikenal sebagai coffee nap disebut dapat membantu mengusir rasa kantuk dan membuat tubuh kembali segar. Metode ini memadukan efek kafein serta tidur singkat guna meningkatkan kewaspadaan tubuh.
Cara Kerja Coffee Nap Melawan Kantuk
Seperti dilaporkan Real Simple (19/10), metode ini bekerja dengan memanfaatkan kandungan kafein serta adenosin, yakni senyawa di dalam tubuh yang mengatur rasa kantuk. Semakin lama seseorang terjaga, sinyal adenosin akan semakin meningkat untuk mendorong tidur.
Seorang teknolog polisomnografi terdaftar dan edukator kesehatan tidur bersertifikat, Karla J. Thompson, menjelaskan bahwa kafein berfungsi menghambat kerja adenosin pada reseptornya sehingga seseorang bisa merasa lebih terjaga untuk sementara waktu. Efek kafein umumnya mulai dirasakan dalam waktu 15 sampai 45 menit. Oleh karena itu, mengonsumsi kopi tepat sebelum tidur selama 15 hingga 20 menit akan membuat efek kafein bekerja pasca seseorang bangun.
Manfaat Durasi Tidur Singkat
Tidur siang yang dilakukan selama 10 hingga 20 menit mampu meningkatkan kewaspadaan, perhatian, serta kecepatan reaksi. Ketika dikombinasikan bersama kopi, cara ini berpotensi mengatasi rasa lelah pada siang hari.
Thompson menganjurkan orang dewasa agar membatasi tidur siang paling lama 20 menit guna memperoleh kesegaran tubuh secara cepat. Batasan durasi tersebut juga berfungsi memperkecil kemungkinan terbangun dari fase tidur yang lebih dalam.
Apabila tidur siang berlangsung terlalu lama, kondisi yang disebut sleep inertia bisa muncul. Keadaan ini membuat seseorang merasa linglung dan mengantuk setelah bangun tidur, sehingga tubuh justru tidak terasa segar.
Waktu dan Takaran Ideal
Waktu paling tepat untuk mencoba metode coffee nap adalah pada awal siang hari, yakni sekitar pukul 13.00 hingga 14.00. Menurut Thompson, melakukan kebiasaan tersebut lewat dari pukul 15.00 berpotensi mengganggu waktu tidur pada malam hari.
Mengingat kafein memiliki waktu paruh sekitar 5 sampai 6 jam, sebagian zat tersebut masih akan berada di dalam tubuh hingga malam tiba. Oleh sebab itu, Thompson menyarankan agar seseorang berhenti mengonsumsi kafein 6 hingga 8 jam sebelum waktu tidur malam.
Sementara itu, penasihat ilmu tidur di Aeroflow Sleep, Carleara Weiss, PhD, MSH, RN, merekomendasikan takaran kafein sekitar 200 miligram. Jumlah tersebut setara dengan satu cangkir kopi seduh, meski besaran pastinya tetap bergantung pada jenis serta cara penyeduhan kopi yang digunakan.
Batasan dan Kelompok yang Perlu Waspada
Merasa lebih bugar sesudah melakukan coffee nap bukan berarti tubuh telah memperoleh istirahat yang memadai. Istirahat yang berkualitas tetap dibutuhkan guna memperbaiki jaringan, menjaga sistem kekebalan tubuh, serta mengatur hormon.
Thompson mengingatkan bahwa kekurangan tidur kronis dapat berdampak pada perhatian, ingatan, emosi, hingga kemampuan dalam mengambil keputusan. Seseorang bahkan bisa mengalami gangguan fungsi tubuh kendati merasa tetap bugar berkat asupan kafein.
Edukator klinis tidur sekaligus pendiri Valley Sleep Center, Lauri Leadley, CCSH, RPSGT, memaparkan bahwa kualitas istirahat sangat dipengaruhi oleh durasi serta siklus tidur. Kebanyakan orang dewasa umumnya melewati empat sampai lima siklus tidur setiap malam dengan durasi yang beragam.
Meskipun metode coffee nap efektif mengatasi kantuk sesekali bagi pekerja sif maupun mahasiswa, cara ini tidak sesuai bagi setiap orang. Weiss memperingatkan bahwa individu dengan insomnia atau gangguan tidur yang belum terdiagnosis harus berhati-hati, karena kafein dapat memperparah kecemasan pada orang yang rentan terhadap efek stimulan.
Ibu hamil juga perlu membatasi konsumsi kafein berdasarkan petunjuk tenaga kesehatan. Apabila rasa kantuk yang berlebihan terus terjadi setiap hari hingga mengganggu aktivitas, pemeriksaan ke dokter dianjurkan untuk mengetahui akar permasalahannya.
Sumber: Food - Detikcom





