Internasional

Trump Sebut AS Akan Segera Selesaikan Konflik dengan Iran

Trump Sebut AS Akan Segera Selesaikan Konflik dengan Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa negaranya akan segera menyelesaikan urusan dengan Iran. Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu kemungkinan besar akan segera berakhir.

Pernyataan dalam Kampanye di Iowa

Seperti dilaporkan Al Arabiya pada Jumat (23/10/2026), Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kampanye Partai Republik di Iowa menjelang pemilihan sela AS. Dalam kesempatan itu, ia kembali menyinggung mengenai konflik melawan Iran yang hingga kini belum menemui titik terang.

“Kita akan menyelesaikan urusan dengan Iran segera, dengan satu cara atau lain cara,” ujar Trump di hadapan para pendukungnya pada Kamis (22/10).

Trump menambahkan bahwa metode penyelesaian konflik tersebut bukanlah prioritas utamanya. “Bagi saya, bagaimana caranya tidak terlalu penting,” tuturnya.

Dampak terhadap Harga Energi

Trump melontarkan pernyataan tersebut saat membahas kondisi harga minyak dan bensin yang mengalami kenaikan signifikan akibat konflik Timur Tengah yang terus berlanjut. Ia menjanjikan bahwa situasi ekonomi akan membaik seiring dengan berakhirnya perselisihan dengan Iran.

“Semuanya akan segera selesai, dan harga bensin juga minyak Anda akan turun drastis,” tegas Presiden AS tersebut.

Saat ini, pemerintahan Trump tengah menghadapi tekanan publik terkait meningkatnya biaya hidup. Tingginya harga bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang memicu kekhawatiran masyarakat akan inflasi. Meskipun Trump berulang kali menjanjikan penurunan harga energi setelah perang berakhir, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan konflik tersebut akan benar-benar usai.

Sementara itu, upaya negosiasi antara Washington dan Teheran yang melibatkan mediasi dari Pakistan dan Qatar dilaporkan sedang mengalami kebuntuan. Kedua negara tersebut masih bersikeras mempertahankan tuntutan masing-masing dalam proses perundingan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *