Nasional

Kapolri Puji Kebijakan Gubernur Sumut Larang ASN Pakai Vape

Kapolri Puji Kebijakan Gubernur Sumut Larang ASN Pakai Vape

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi terhadap kebijakan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang melarang aparatur sipil negara menggunakan rokok elektrik atau vape. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika yang menyamar lewat cairan vape.

Pencegahan Narkotika Bentuk Cair

Suyudi menyampaikan bahwa Sumatera Utara menjadi salah satu daerah pionir yang mengambil kebijakan tegas melarang penggunaan vape bagi pegawai pemerintah. Menurutnya, peredaran narkotika global kini terus berkembang dengan berbagai modus baru, termasuk memanfaatkan cairan vape sebagai pintu masuk.

Perubahan modus operandi tersebut menuntut pengawasan yang jauh lebih ketat terhadap cairan rokok elektrik. Zat terlarang kini dapat disamarkan ke dalam cairan isi ulang yang secara kasatmata sangat mirip dengan cairan biasa tanpa kandungan narkotika.

Dia menjelaskan, dalam rapat dengar pendapat bersama DPR RI pada Mei 2026, dirinya telah menyampaikan rekomendasi pelarangan total terhadap peredaran vape. Cairan isi ulang dengan berbagai aroma buah berpotensi menyembunyikan zat narkotika sehingga mustahil dibedakan secara visual tanpa pengujian laboratorium.

Suyudi menambahkan bahwa pemberantasan barang haram tidak bisa hanya bergantung pada penegakan hukum terhadap pelaku di lapangan, melainkan harus dibarengi pencegahan lewat kebijakan preventif dan kolaborasi antarinstansi.

Kebijakan dan Penanganan di Sumut

Kebijakan pelarangan vape bagi ASN di wilayah tersebut tertuang secara resmi dalam Instruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/3/INST/2026 yang diteken pada 3 Juni 2026 dan ditujukan kepada seluruh bupati serta wali kota.

Dalam kesempatan yang sama, Suyudi menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba di provinsi tersebut, namun meminta Gubernur Bobby Nasution agar tidak berkecil hati karena pengungkapan kasus dan penangkapan pelaku di wilayah itu juga tercatat sangat tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Nasution menyambut baik dukungan penuh dari pihak kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba di daerahnya. Pemerintah daerah menyatakan komitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum.

Bobby berharap berbagai langkah tegas yang diambil dapat menekan angka penyalahgunaan narkotika, khususnya di kawasan rawan seperti Belawan, sekaligus melepaskan daerahnya dari posisi teratas kasus narkoba nasional demi melindungi generasi penerus bangsa.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *