Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Tibet, China, dan menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Selain korban jiwa, bencana alam tersebut juga mengakibatkan 32 orang mengalami luka-luka.
Dampak Kerusakan dan Penanganan Bencana
Menurut laporan AFP pada Jumat (23/10/2026), lebih dari 300 rumah mengalami keruntuhan akibat guncangan tersebut. Kantor berita pemerintah, Xinhua, melaporkan bahwa para pejabat masih melakukan penilaian terkait tingkat kerusakan bangunan, sementara proses penanggulangan bencana terus berjalan di lapangan.
Wakil kepala wilayah tersebut, Lhawang Dagpo, menyatakan guncangan gempa terasa jelas di kantor pemerintahan setempat, yang mengakibatkan dinding-dinding bangunan mengalami retakan, menurut laporan Xinhua. Layanan listrik dan telekomunikasi di ibu kota kabupaten tersebut dilaporkan mengalami gangguan.
Lokasi dan Karakteristik Gempa
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat episentrum gempa berada di kawasan pegunungan, berjarak sekitar 190 kilometer atau 120 mil di sebelah timur laut Nagqu, serta 390 kilometer di sebelah timur laut Lhasa yang merupakan ibu kota wilayah tersebut. Titik pusat gempa itu terletak di wilayah administratif Maru, Kabupaten Baqen.
Peristiwa gempa bumi ini terjadi pada kedalaman yang tergolong dangkal, yakni 10 kilometer. Xinhua menambahkan bahwa otoritas setempat telah mengaktifkan status tanggap darurat bencana gempa bumi tingkat II di wilayah tersebut.
Peristiwa gempa bumi tercatat sebagai kejadian yang relatif sering melanda Tiongkok. Sebelumnya pada Januari 2025, sedikitnya 126 orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah pedesaan Tingri, Tibet.
Sumber: News - Detikcom



