Ekonomi

Rincian Stimulus Ekonomi Rp 31 Triliun Akhir Tahun 2026

Rincian Stimulus Ekonomi Rp 31 Triliun Akhir Tahun 2026
Daftar Isi
  1. Rincian Bantuan Sosial dan Subsidi Upah
  2. Perluasan Pembiayaan dan Kredit Program
  3. Bantuan Pesantren dan Program Satu Rekening

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi sebesar Rp 31 triliun untuk kuartal IV 2026. Langkah tersebut ditujukan untuk mendorong daya beli masyarakat.

Rincian Bantuan Sosial dan Subsidi Upah

Salah satu stimulus yang diberikan berupa bantuan beras senilai Rp 17,55 triliun yang menyasar 33,2 juta keluarga. Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah sebesar Rp 300 ribu per bulan kepada 13,3 juta pekerja.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jiexpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026), bahwa penyaluran tersebut akan menggunakan rekening yang sama dan mulai dimanfaatkan pada kuartal empat.

Pemerintah juga menanggung Pajak Penghasilan bagi pekerja dengan gaji hingga Rp 10 juta. Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perluasan Pembiayaan dan Kredit Program

Airlangga menyatakan pemerintah turut meluncurkan insentif untuk memperluas pembiayaan sekaligus mendorong inklusi keuangan demi pemerataan ekonomi rakyat. Salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat dengan alokasi anggaran sebesar Rp 300 triliun.

Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat telah mencapai Rp 257,84 triliun dengan jumlah 4 juta debitur. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, kredit alsintan juga terus didorong, bersama dengan kredit industri padat karya dan kredit industri program perumahan.

Di samping itu, pemerintah menurunkan suku bunga kredit bagi perempuan prasejahtera dari sebelumnya 18 hingga 25 persen menjadi 8 persen flat per tahun. Airlangga menyebut kebijakan tersebut telah digulirkan.

Bantuan Pesantren dan Program Satu Rekening

Pemerintah juga menyediakan bantuan inkubasi dengan dana berkisar Rp 50 juta hingga Rp 200 juta untuk modal bagi pondok pesantren. Sejumlah pondok pesantren telah menerima bantuan tersebut, seperti Pondok Pesantren Al Muhajirin di Jawa Barat, Pesantren Nurul Iman, serta Pondok Pesantren Gedongan Cirebon.

Selain itu, pemerintah sedang menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk program satu orang satu rekening. Program ini ditujukan bagi 25 juta masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 dengan usia di atas 17 tahun, di mana setiap rekening akan diisi dana awal sebesar Rp 50 ribu.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *