Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa, menyampaikan permohonan maaf setelah lagu kebangsaan yang keliru diputar sebanyak tiga kali dalam perhelatan Asian Para Games di Nagoya, Jepang, pekan ini. Insiden berulang tersebut terjadi hanya beberapa pekan setelah kota yang sama menyelenggarakan Asian Games yang juga sempat diwarnai sejumlah kekeliruan teknis.
Tiga Insiden dalam Satu Hari
Berdasarkan keterangan pejabat Kota Nagoya dalam konferensi pers, seluruh kesalahan pemutaran lagu tersebut berlangsung pada Senin. Kekeliruan pertama terjadi saat atlet Taiwan memenangi pertandingan para taekwondo putra, tetapi panitia justru memutar lagu kebangsaan Iran secara penuh. Penyelenggara baru menyadari kekeliruan tersebut setelah prosesi pengalungan medali selesai.
Masih pada hari yang sama, lagu kebangsaan Iran kembali dimainkan secara keliru dalam upacara penyerahan medali emas para taekwondo putri yang diraih oleh atlet asal Mongolia. Pemutaran lagu tersebut langsung dihentikan setelah delegasi Mongolia melayangkan protes di tempat. Panitia kemudian memutar lagu kebangsaan Mongolia yang benar menggunakan fail audio yang disediakan oleh delegasi negara tersebut.
Kekeliruan ketiga terjadi sebelum pertandingan bola voli duduk antara regu Tiongkok dan Iran dimulai. Petugas di arena sempat menyiarkan lagu kebangsaan Korea Selatan selama sekitar lima detik sebelum menyadari kesalahan dan menggantinya dengan lagu kebangsaan Tiongkok.
Sorotan terhadap Kesiapan Penyelenggara
Menanggapi rentetan insiden tersebut pada konferensi pers hari Rabu, Wali Kota Ichiro Hirosawa menyatakan kekecewaannya. Ia menyebut kesalahan ini sulit diterima karena pihak penyelenggara sebelumnya telah mengevaluasi operasional dari pengalaman Asian Games, meski ia menilai jalannya turnamen secara umum tetap berlangsung lancar. Ajang Asian Para Games di kota pusat Jepang ini berlangsung hingga Sabtu dengan menghadirkan sekitar 4.000 atlet dan ofisial di 18 cabang olahraga.
Masalah pemutaran lagu kebangsaan ini menambah catatan evaluasi bagi Nagoya. Pada gelaran Asian Games yang berakhir awal Oktober lalu, panitia menerima gelombang kritik akibat berbagai kendala fasilitas atlet serta kesalahan seremoni, termasuk pemutaran lagu kebangsaan Korea Utara untuk tim hoki Korea Selatan pada 18 September.