Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance membatalkan sejumlah jadwal penampilan di tiga negara bagian menjelang hari-hari terakhir kampanye paruh waktu atau midterm yang berpotensi mengubah kendali Kongres. Partai Republik menghadapi ancaman kehilangan mayoritas di lembaga legislatif tersebut akibat ketatnya persaingan politik.
Pembatalan Rapat Umum dan Beralih ke Tele-Rally
Trump memutuskan untuk membatalkan dua rapat umum akhir pekan yang semula dijadwalkan berlangsung di Kansas dan Iowa. Sebagai gantinya, ia akan mengadakan serangkaian tele-rally untuk menyapa para pemilih melalui sambungan telepon.
Komite Nasional Republik (RNC) menyatakan bahwa presiden akan menjangkau setidaknya 19 negara bagian dalam aksi maraton selama 72 jam sebelum pemungutan suara pada hari Selasa. Rencana pembatalan tersebut memangkas agenda kunjungan langsung yang sebelumnya dirancang mencakup 35 lokasi demi mendongkrak partisipasi pemilih Partai Republik.
Ketua RNC Joe Gruters menyatakan melalui sebuah pernyataan resmi bahwa para pemilih di seluruh penjuru negeri ingin mendengarkan langsung arahan dari Presiden Trump sebelum hari pemilihan tiba.
Kondisi Fisik dan Jadwal Padat Kampanye
Sepanjang bulan berjalan, Trump telah menghadiri 25 rapat umum dan mulai menyadari kelelahan akibat jadwal perjalanan yang sangat padat. Saat berpidato di Corinth, Mississippi, dengan suara yang serak, ia mengungkapkan bahwa kondisi pita suara manusia tidak dirancang untuk menggelar kampanye setiap hari.
Sehari sebelumnya di Rock Hill, South Carolina, usai berkampanye untuk Senator Darline Graham, Trump sempat merespons secara emosional pertanyaan seorang wartawan Reuters mengenai kondisi fisiknya setelah berminggu-minggu berkampździer. Trump yang berusia 80 tahun menegaskan bahwa dirinya merasa baik-baik saja setelah diikuti selama dua pekan terakhir.
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance turut membatalkan agenda konferensi pers hari Jumat di St. Cloud, Minnesota, yang sedianya membahas kebijakan pemerintah terkait penipuan, meskipun pihak berwenang belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan pembatalan tersebut.
Sumber: US Top News and Analysis






