Ekonomi

Progres Pengadaan 30 Rangkaian KRL Baru Arahan Presiden Prabowo

Progres Pengadaan 30 Rangkaian KRL Baru Arahan Presiden Prabowo

Kementerian Perhubungan memberikan penjelasan mengenai perkembangan serta skema pelaksanaan pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik baru. Langkah pengadaan armada tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Arahan Presiden dan Komitmen Pendanaan

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi menjelaskan Presiden Prabowo memberikan arahan dan permintaan kepada PT KAI (Persero) untuk mengadakan 30 rangkaian KRL baru. Hal ini disampaikan Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru hasil revitalisasi pada November 2025, seperti dilaporkan Finance – Detikcom.

Dudy menuturkan dalam acara peresmian tersebut Presiden menyampaikan komitmen untuk mendukung pengadaan kereta baru oleh KAI. Saat itu Prabowo berjanji akan memberikan suntikan dana hingga Rp5 triliun guna mendorong pelaksanaan pengadaan 30 rangkaian atau trainset KRL baru ini.

Dudy mengaku tidak mengetahui lebih jauh skema pembiayaan seperti apa yang akan dilakukan mengingat proses pengadaan ini sepenuhnya di bawah KAI atau pemangku kepentingan lainnya seperti Danantara. Ia menambahkan komunikasi terkait hal tersebut telah dijalin bersama Kementerian BUMN serta Danantara.

Program Terpisah dan Peningkatan Kapasitas Angkut

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menegaskan penambahan 30 trainset berdasarkan arahan Prabowo itu merupakan program terpisah dari komitmen awal pengadaan 35 trainset KRL baru yang telah disepakati sejak tahun 2023. Allan menilai pengadaan 30 rangkaian KRL baru ini sangat penting sebagai tambahan kapasitas angkut layanan guna mengatasi pemadatan penumpang di jam-jam sibuk yang kerap kelebihan muatan.

Allan menjelaskan rangkaian baru tersebut nantinya akan memiliki bodi yang lebih lebar serta formasi yang lebih panjang untuk menggantikan KRL lama yang sudah berusia tua. Kendati demikian, Kemenhub menegaskan terkait skema pembiayaan maupun pencairan anggaran yang mencapai Rp5 triliun sepenuhnya berada di domain PT KAI bersama lembaga pendukungnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *