Nasional

Petani Penyelamat Bayi Surili di Karhutla Gunung Ciremai

Petani Penyelamat Bayi Surili di Karhutla Gunung Ciremai
Daftar Isi
  1. Penyelamatan Bayi Surili dari Kobaran Api
  2. Pencarian Induk di Tengah Sisa Bara Api
  3. Pertemuan Kembali dengan Kelompok Surili

Seorang petani yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar Silihwangi Majakuning bernama Darsa alias Dodo (51) berhasil menyelamatkan seekor bayi surili di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Puncak Dulang, Gunung Ciremai, Jawa Barat. Di tengah kobaran api pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, Dodo juga mempertemukan kembali primata endemik tersebut dengan induknya untuk dikembalikan ke habitat asal.

Penyelamatan Bayi Surili dari Kobaran Api

Seperti dilaporkan detikcom, Dodo menceritakan bahwa bayi primata tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi lemas pada dahan pohon yang terbakar pada Kamis (22/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ia langsung mengevakuasi bayi surili itu menjauh dari lokasi kebakaran dan mengamankannya ke dalam tenda sementara.

Setibanya di tenda, bayi surili yang banyak menghirup asap kebakaran tersebut langsung mendapatkan perawatan agar kondisinya pulih. Keesokan paginya, kondisi primata itu berangsur membaik dan sudah bisa mengeluarkan suara kembali.

Pencarian Induk di Tengah Sisa Bara Api

Setelah merampungkan pemadaman dan pembuatan sekat bakar, Dodo bersama relawan lain memutuskan mencari induk surili untuk mengembalikannya ke habitat. Upaya pencarian tersebut diwarnai tantangan berat akibat kondisi hutan yang telah terbakar serta medan yang terjal.

Dodo menjelaskan, pencarian pertama dilakukan pada Jumat (23/10) sekitar pukul 07.00 WIB di tengah sisa bara api dengan menyusuri area sejauh 500 meter. Karena induk belum ditemukan dan dikhawatirkan terjadi sesuatu pada bayi surili jika ditinggalkan di bawah, hewan tersebut sempat dibawa kembali ke tenda.

Tidak putus asa, Dodo melanjutkan pencarian kedua pada pukul 10.00 WIB dengan memfokuskan pencarian ke zona inti Gunung Ciremai yang belum tersentuh api. Berjalan sejauh 300 meter dari titik penemuan awal, induk surili akhirnya berhasil ditemukan setelah bayi tersebut terus berteriak yang membuat Dodo yakin posisi induknya sudah semakin dekat.

Pertemuan Kembali dengan Kelompok Surili

Dalam momen pertemuan tersebut, induk surili tidak sendirian karena berada bersama sekitar 15 ekor surili lainnya. Dodo menduga gerombolan primata itu merupakan kelompok yang melarikan diri dari amukan api menuju zona inti.

“Kondisinya sudah terbakar, jadi kenapa si anakan surili ini ditinggal. Jadi induknya itu mungkin kena asap, jadi kacau ditinggal pada lari masuk ke zona inti yang belum terbakar. Untuk sama kita sudah dibuat sekat bakar, jadi api kemungkinan nggak masuk ke zona inti. Ada sekitar 15 ekor tuh ada. Karena memang itu habitat surili,” tutur Dodo seperti dilaporkan detikcom.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *