Internasional

Netanyahu dan Eisenkot Saling Klaim Hasil Pemilu Israel

Netanyahu dan Eisenkot Saling Klaim Hasil Pemilu Israel
Daftar Isi
  1. Ketegangan Hasil Pemilu Parlemen
  2. Reaksi Kubu Oposisi dan Pendukung Netanyahu
  3. Peran Partai Arab dalam Koalisi

Para pemimpin politik Israel saling melontarkan reaksi tajam setelah proyeksi jajak pendapat memperlihatkan belum adanya pemenang mayoritas yang jelas di antara blok-blok politik utama negara tersebut.

Ketegangan Hasil Pemilu Parlemen

Berdasarkan data dari The Times of Israel, perolehan suara sementara dengan lebih dari 55 persen kotak suara yang telah dihitung menunjukkan koalisi pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud meraih 56 kursi. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin oleh penantang Gadi Eisenkot mengantongi 49 kursi di dalam parlemen Knesset yang memiliki total 120 kursi.

Di sisi lain, partai-partai pimpinan Arab yang tidak beralung menempati 15 kursi. Tingkat partisipasi pemilih sendiri mencapai angka 77,7 persen menurut catatan Komite Pemilihan Umum Pusat.

Reaksi Kubu Oposisi dan Pendukung Netanyahu

Meskipun angka jajak pendapat memperlihatkan selisih yang ketat, para pemimpin oposisi tetap bersikeras menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan sebuah kekalahan bagi pihak petahana. Gadi Eisenkot yang memimpin Partai Yashar sekaligus mantan kepala staf militer menyampaikan kepada para pendukungnya usai pemungutan suara ditutup bahwa proyeksi awal tersebut merefleksikan hilangnya kepercayaan secara total terhadap Netanyahu serta pemerintahan 7 Oktober, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Pemimpin oposisi Yair Lapid juga menegaskan bahwa kubu Netanyahu menderita kekalahan telak. Senada dengan hal tersebut, para pendukung di acara nonton bersama kubu Eisenkot di Tel Aviv menyambut gembira proyeksi yang ada.

Kendati demikian, para tokoh senior dalam kubu Netanyahu menolak klaim kubu oposisi dan menyatakan bahwa hasil akhir masih berpotensi mengubah keseimbangan perolehan kursi. Menteri Luar Negeri Israel sekaligus sekutu dekat Netanyahu, Gideon Saar, menilai pernyataan pihak oposisi terlalu dini dan menegaskan melalui media sosial bahwa Likud tetap menjadi partai tunggal terbesar di parlemen.

Peran Partai Arab dalam Koalisi

Sementara itu, para pemimpin faksi politik Arab menggarisbawahi posisi strategis mereka yang berpotensi menjadi penentu dalam negosiasi koalisi mendatang. Mansour Abbas selaku pemimpin Daftar Arab Bersatu (Ra’am) menyatakan kepada awak media bahwa mereka akan mengubah mandat yang diterima menjadi kenyataan baru di dalam negeri.

Di kantor pusat aliansi Daftar Gabungan yang berlokasi di Nazareth, kandidat Faten Gattas menuturkan kepada para pendukung bahwa tingginya partisipasi warga Palestina di Israel bertujuan untuk mencegah kembalinya koalisi nasionalis pimpinan Netanyahu. Faten Gattas menegaskan penolakan terhadap pendudukan dan rasisme serta menyatakan komitmen untuk tetap bertahan di wilayah tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Mengingat belum ada satupun kubu yang berhasil mencapai mayoritas kursi untuk membentuk pemerintahan, para analis politik menilai bahwa partai-partai kecil akan memegang peran kunci ketika pembicaraan formal koalisi dimulai pada hari-hari mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *