Teknologi

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60 Ribu Karyawan AI

Microsoft Tawarkan Resign Sukarela ke 60 Ribu Karyawan AI

Microsoft menawarkan pengunduran diri sukarela atau *voluntary exit offer* (VEO) kepada sekitar 60.000 karyawannya. Berdasarkan informasi yang dilaporkan CNN Indonesia, langkah tersebut diambil perusahaan untuk menekan biaya sekaligus membantu mendanai investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan atau AI.

Divisi yang Masuk dalam Program VEO

Berdasarkan laporan Reuters, para karyawan di berbagai divisi Microsoft yang meliputi AI Experiences, Copilot, keuangan, sumber daya manusia, Xbox, dan Windows + Devices berhak mengikuti program tersebut. Sementara itu, sejumlah unit seperti pemasaran, bisnis komersial, dan keamanan dikecualikan dari program tersebut.

Informasi mengenai kebijakan ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters. Amy Coleman selaku Executive VP sekaligus Chief People Officer Microsoft menjelaskan melalui sebuah memo internal bahwa program ini memberikan pilihan baru bagi karyawan yang memenuhi syarat untuk melakukan transisi dengan dukungan perusahaan.

“Kami memperkenalkan program pengunduran diri sukarela (*Voluntary Exit Offer*/*VEO*) baru untuk karyawan yang memenuhi syarat di dalam organisasi yang berpartisipasi. Penawaran ini memberi karyawan yang memenuhi syarat yang mungkin mempertimbangkan masa depan di luar perusahaan pilihan baru untuk melakukan transisi tersebut sekarang dengan dukungan,” tulis Amy dalam memo yang dikutip dari laman resmi perusahaan pada Senin (26/10).

Amy menambahkan bahwa penawaran ini merupakan langkah penting bagi perusahaan dalam mengembangkan pendekatan terhadap perubahan dan menciptakan fleksibilitas yang lebih besar. Program ini dikembangkan berdasarkan pengalaman dari program pensiun sukarela sebelumnya pada awal tahun ini.

Ketentuan dan Rencana Keuangan Perusahaan

Microsoft menyebut penawaran ini tersedia bagi sejumlah tim yang memenuhi syarat dan berlokasi di Kanada, India, Inggris, serta Amerika Serikat dengan jenjang jabatan level 70 ke bawah. Perusahaan menegaskan bahwa program tersebut bersifat sukarela dan hanya dibuka dalam periode terbatas.

“Penawaran pengunduran diri sukarela ini adalah hal baru bagi kami. Kami akan belajar darinya. Pada saat yang sama, kami akan terus membantu karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang paling penting, membangun keterampilan baru, dan jika memungkinkan, menemukan peluang baru di seluruh Microsoft,” ujar Amy.

Sebelumnya, Microsoft juga menawarkan paket pengunduran diri sukarela kepada sekitar 9.000 atau sekitar 7 persen karyawannya di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, Microsoft memiliki 223.000 karyawan tetap secara global per 30 Juni 2026.

Pada bulan Juli, Microsoft mengumumkan pemangkasan terhadap 4.800 pekerjaan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja globalnya sebagai bagian dari perombakan bisnis gim Xbox. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keuntungan setelah bertahun-tahun menggelontorkan investasi besar ke divisi tersebut.

Microsoft diketahui menggelontorkan dana hingga ratusan miliar dolar AS untuk membangun pusat data AI dan membeli cip, sebuah upaya yang serupa dengan perusahaan teknologi besar lainnya. Perusahaan dijadwalkan mengumumkan hasil keuntungan kuartal pertamanya setelah perdagangan saham ditutup pada Rabu (28/10), dengan perkiraan belanja modal mencapai US$ 175 miliar sepanjang tahun kalender 2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *