Sport

Jose Mourinho Sanjung Dua Bek Kiri Berkelas Real Madrid

Jose Mourinho Sanjung Dua Bek Kiri Berkelas Real Madrid

Real Madrid sukses mengamankan kemenangan saat bertandang ke markas Barcelona dalam lanjutan pertandingan Liga Spanyol. Hasil positif tersebut membuat pelatih Jose Mourinho merasa gembira karena memiliki opsi dua bek kiri berkualitas kelas dunia.

Kemenangan Real Madrid atas Barcelona

Bertanding di Stadion Camp Nou pada Senin (26/10/2026) dini hari WIB, Los Blancos menaklukkan Blaugrana dengan skor 2-1. Penyerang Kylian Mbappe keluar sebagai bintang lapangan berkat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol balasan dari kubu tuan rumah dicatatkan oleh Raphinha.

Pada pertandingan tersebut, posisi bek kiri utama dipercayakan kepada Marc Cucurella yang tampil sejak menit awal. Pemain yang kini berusia 28 tahun itu mendapat instruksi khusus untuk mengawal pergerakan penyerang Barcelona, Lamine Yamal, dan berhasil menunaikan tugasnya dengan gemilang.

Berdasarkan data catatan Whoscored, Cucurella membukukan tiga kali tekel, tiga kali intersep, lima sapuan, serta melakukan satu blok tendangan penting bagi pertahanan Real Madrid.

Pujian Mourinho untuk Cucurella dan Carreras

Selain keberadaan Cucurella, lini belakang Real Madrid juga memiliki opsi alternatif pada sosok Alvaro Carreras di posisi yang sama. Menurut penilaian Mourinho, kualitas yang dimiliki oleh Carreras berada di level yang setara dengan rekan setimnya itu.

“Kami memiliki dua bek kiri berkelas dunia, yang memungkinkan saya untuk sedikit mengatur menit bermain mereka. Carreras bermain pada hari Rabu, dan itu membuat Cucu tampil bugar, fokus, serta hanya memikirkan pertandingan ini. Jelas, dia bertanding melawan pemain hebat, tetapi dia adalah rekan satu timnya dan sangat mengenalnya dengan baik,” kata Mourinho dikutip dari As.

Pelatih asal Portugal itu juga mengungkapkan pandangannya mengenai proses pengamatan langsung terhadap performa para pemainnya di lapangan hijau. Pengalaman mendampingi skuad dari pinggir lapangan memberikan sudut pandang yang berbeda dibandingkan hanya memantau lewat layar televisi.

“Saya selalu mengatakan bahwa saya baru benar-benar memahami seberapa bagus seorang pemain ketika saya melihat mereka langsung di depan saya, saat saya berada di pinggir lapangan. Menonton mereka di TV membuat saya melewatkan sesuatu. Baru ketika mereka berada sepuluh meter dari saya, saya bisa memahami kualitas para pemain tersebut,” ujar dia menambahkan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *