Kelompok Houthi di Yaman yang mendapat dukungan dari Iran menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara Dammam di wilayah timur Arab Saudi. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi militer yang dilancarkan dalam beberapa pekan terakhir terhadap wilayah kerajaan kaya minyak tersebut.
Klaim Serangan Militer Houthi
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, seperti dilaporkan AFP pada Selasa (3/11/2026), menyampaikan bahwa kelompoknya mengerahkan dua unit pesawat nirawak atau drone untuk menyerang Bandara Dammam dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Operasi tersebut dilakukan secara bertahap dan diklaim berhasil mencapai sasaran hingga mengganggu aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Selain menyasar bandara di wilayah timur, Saree menyebut pihaknya juga melancarkan serangan terhadap sebuah pesawat angkut militer serta fasilitas radar peringatan dini milik Arab Saudi. Kedua sasaran tambahan itu berada di kawasan barat daya kerajaan.
Respons Koalisi Pimpinan Arab Saudi
Di sisi lain, otoritas Arab Saudi sebelumnya melaporkan bahwa pasukan pertahanan mereka berhasil mencegat dua buah pesawat nirawak di sekitar kawasan ibu kota Riyadh. Juru bicara koalisi, Turki al-Malki, menyampaikan informasi pencegatan dan pemusnahan drone tersebut melalui akun media sosial X, meski tidak menyebutkan pihak yang melancarkan serangan tersebut.
Konflik bersenjata di Yaman kembali berkobar pada bulan Juli lalu setelah gencatan senjata menahun berakhir, mempertemukan kembali kelompok Houthi melawan koalisi pimpinan Arab Saudi yang berpihak pada pemerintah Yaman. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat eskalasi pertempuran di negara yang dilanda kemiskinan ini telah merenggut lebih dari 1.600 nyawa dan menyebabkan lebih dari 300.000 warga mengungsi.
Sumber: News - Detikcom





