Hiburan

Hannah Einbinder Sebut Bela Hak Palestina Adalah Batas Minimal

Hannah Einbinder Sebut Bela Hak Palestina Adalah Batas Minimal

Aktris sekaligus komedian Hannah Einbinder secara terbuka menyatakan bahwa membela hak-hak rakyat Palestina merupakan batas paling minimal yang bisa ia lakukan sebagai figur publik. Bintang serial Hacks ini dikenal aktif menyuarakan berbagai krisis global, termasuk isu perubahan iklim, ancaman kecerdasan buatan, hingga genosida di Gaza.

Aktivisme dan Penangkapan

Nama Einbinder sempat menjadi sorotan publik ketika ia menyerukan pembebasan Palestina dalam pidato kemenangannya di ajang Emmy Awards 2025. Menurut laporan CNN Indonesia yang merujuk pada The Hollywood Reporter, ia bahkan sempat ditangkap aparat bersama aktris Susan Sarandon bulan lalu karena turun ke jalan memprotes kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sidang PBB. Berbicara di The New Yorker Festival, Jumat (23/10), Einbinder menegaskan bahwa bersikap netral bukanlah sebuah pilihan baginya.

“Saya melihat ini sebagai standar paling dasar,” ungkap Einbinder di hadapan penonton yang memadati Webster Hall, Manhattan, seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Ia menyadari bahwa dirinya hidup di masa yang ia sebut sebagai titik terburuk dalam sejarah manusia akibat ancaman kecerdasan buatan dan perubahan iklim. Dengan banyaknya mata yang tertuju padanya serta dukungan finansial yang dapat digalang, ia meyakini bahwa pemilik platform besar memiliki kapasitas untuk menciptakan perubahan nyata. Perjalanan aktivisme tersebut bermula usai insiden 7 Oktober 2023, di mana ia melalui proses belajar ulang untuk membersihkan diri dari narasi pro-Israel yang diterimanya selama ini.

Penghormatan untuk Jurnalis

Langkah pertamanya dimulai dengan menghadiri aksi nyala lilin kelompok IfNotNow bersama rekan-rekannya yang bersikap anti-Zionis. Pengalaman tersebut membantunya menemukan komunitas Yahudi yang luar biasa sekaligus menghapus propaganda yang selama ini dicekokkan secara sistematis. Ia merasa perlu menebus waktu yang terbuang karena sempat menjadi bagian dari sistem yang menindas.

Dalam kesempatan yang sama, Einbinder turut memberikan penghormatan kepada Anas al-Sharif, jurnalis Al Jazeera yang tewas akibat serangan udara Israel pada Agustus 2025. Ia memuji keberanian sang jurnalis dan suara-suara baru dari Palestina yang terus mengungkap kejahatan perang di lapangan. Mengingat pengorbanan nyawa para jurnalis yang dianggap berbahaya oleh Israel karena suara mereka yang kuat, Einbinder merasa risiko apa pun di Hollywood tidak ada bandingannya.

“Saat saya bicara soal Palestina, ketika saya bilang itu hal minimal, tidak ada satu pun di dunia ini yang bisa saya hilangkan atau korbankan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Komentarnya diakhiri dengan desakan kepada warga Amerika Serikat agar berhenti menutup mata terhadap situasi yang terjadi. Sebagai warga Amerika yang pajak pembayarnya ikut mendanai konflik, ia menilai setiap individu memiliki kewajiban moral untuk bersuara.

“Kita punya tanggung jawab untuk bicara dan tidak berhenti sampai genosida itu berakhir,” pungkasnya yang disambut gemuruh tepuk tangan serta standing ovation dari para penonton.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *