Internasional

Irak Temukan Bukti Wilayahnya Dipakai Serang Tetangga

Irak Temukan Bukti Wilayahnya Dipakai Serang Tetangga
Daftar Isi
  1. Penyelidikan Serangan dan Negosiasi Senjata Faksi
  2. Perpanjangan Tenggat Waktu dan Dinamika Hubungan Luar Negeri
  3. Kerugian Ekspor Minyak dan Penanganan ISIS

Pemerintah Irak mengantongi bukti bahwa sejumlah pihak luar telah memanfaatkan wilayah negaranya untuk meluncurkan serangan ke negara-negara tetangga. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dalam wawancara eksklusif kepada Al Jazeera pada Sabtu.

Penyelidikan Serangan dan Negosiasi Senjata Faksi

Hussein menjelaskan bahwa Baghdad tengah menyelidiki serangan yang dilancarkan dari wilayah Irak menuju negara-negara Teluk. Pemerintah Irak berkomitmen menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Arab Saudi melalui jalur dialog.

Sebelumnya, Arab Saudi menuding kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak bertindak sebagai dalang serangan terhadap infrastruktur minyak mereka. Pada September lalu, Baghdad mengonfirmasi bahwa serangan pesawat nirawak yang menargetkan pipa minyak East-West milik Arab Saudi memang berasal dari wilayah Irak.

Guna mengatasi persoalan kelompok bersenjata, Baghdad sedang bernegosiasi dengan faksi-faksi yang terhubung dengan Iran agar menyerahkan senjata mereka ke bawah kendali negara. Hussein menegaskan kepada Al Jazeera bahwa langkah pelucutan senjata ini harus ditempuh lewat dialog, bukan dengan tindakan kekerasan. Selain itu, Irak juga menjalin komunikasi langsung dengan Teheran mengenai penanganan senjata yang dikuasai faksi-faksi tersebut.

Perpanjangan Tenggat Waktu dan Dinamika Hubungan Luar Negeri

Pemerintah Irak awalnya menetapkan tenggat waktu hingga 30 September bagi faksi bersenjata untuk menyerahkan senjata mereka, bertepatan dengan berakhirnya mandat koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat untuk melawan ISIS. Namun, tenggat tersebut akhirnya diperpanjang hingga Juni 2027 akibat adanya penolakan dari faksi-faksi terkait, meskipun AS terus memberikan tekanan agar janji pelucutan senjata segera dipenuhi.

Terkait posisi Irak di antara Teheran dan Washington, Hussein mengonfirmasi bahwa pemerintah Amerika Serikat telah mengajukan permintaan resmi agar Irak menutup seluruh perbatasan darat dengan Iran, kecuali dua titik perlintasan. Menanggapi hal itu, Hussein menyatakan bahwa meski Irak terbuka terhadap hubungan persahabatan dan aliansi dengan Teheran, Baghdad secara tegas menolak segala bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri mereka.

Kerugian Ekspor Minyak dan Penanganan ISIS

Di sektor ekonomi, penangguhan ekspor minyak melalui Selat Hormuz sempat membuat Irak mengalami kerugian hingga sekitar 60 miliar dolar AS. Kendati demikian, aktivitas pengiriman minyak saat ini telah kembali berjalan setelah tercapai kesepahaman antara Irak, Washington, dan Teheran.

Sementara itu, untuk mengantisipasi ancaman keamanan pasca-penarikan pasukan koalisi internasional, Irak bersama Suriah, Yordania, dan Turki telah sepakat membentuk komite bersama. Komite ini bertugas menanggulangi keberadaan dan pergerakan kelompok ISIS di wilayah Suriah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *