News

Fosil Tikus Purba Raksasa 30 Kg Ditemukan di Thailand

Fosil Tikus Purba Raksasa 30 Kg Ditemukan di Thailand

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi fosil tikus purba berukuran raksasa dengan perkiraan bobot mencapai 30 kilogram yang pernah hidup di kawasan Thailand selatan. Hewan prasejarah tersebut diperkirakan berkeliaran di wilayah itu sekitar 33 hingga 35 juta tahun yang lalu.

Penemuan Fosil dan Proses Analisis

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports pada Rabu (4/11) ini didasarkan pada penelitian terhadap dua buah fosil gigi, yakni gigi geraham dan gigi seri. Fosil tersebut pertama kali ditemukan pada 2004 di sebuah lokasi tambang batu bara yang terletak di Provinsi Krabi bagian selatan.

Fosil berwarna krem tersebut terlihat kontras di tengah endapan batu bara yang berwarna gelap. Ahli geologi yang menemukan fosil tersebut, Pannipa Tian, sempat keliru mengidentifikasi temuan awal itu karena ukurannya yang sangat besar.

“Awalnya, saya kira itu tulang. Saya menunjukkannya kepada atasan saya, yang mengatakan itu adalah gigi tikus raksasa,” ujar Pannipa kepada AFP.

Cekungan Krabi sebenarnya dikenal kerap menghasilkan berbagai penemuan fosil mamalia purba, mulai dari primata, karnivora, hingga mamalia berkuku. Kendati demikian, pada saat fosil tikus tersebut ditemukan dua dekade lalu, tim peneliti masih kekurangan bukti serta teknologi yang memadai untuk mengidentifikasi jenis spesiesnya.

Setelah lebih dari 20 tahun berlalu, gabungan peneliti dari Thailand, Prancis, dan Kanada baru dapat melakukan analisis secara mendalam terhadap sepasang gigi tersebut. Hasil studi menunjukkan bahwa hewan purba ini menjadi salah satu hewan pengerat terbesar yang diketahui berasal dari periode Paleogen, sekaligus memberikan petunjuk baru terkait evolusi hewan pengerat awal hingga berukuran masif.

Karakteristik dan Penamaan Spesies

Para peneliti memperkirakan berat badan tikus prasejarah ini mencapai separuh dari bobot kapibara besar, yang merupakan spesies hewan pengerat terbesar di dunia saat ini. Hewan purba tersebut dimasukkan ke dalam famili Ischyromyidae, salah satu kelompok utama hewan pengerat paling awal yang kini telah punah.

Meskipun demikian, bentuk fisik secara keseluruhan, pola makan, serta perilaku harian dari hewan ini masih belum bisa dipastikan. Hal tersebut dikarenakan spesimen fosil yang berhasil ditemukan sejauh ini hanya terbatas pada dua buah gigi.

Spesies ini diberi nama ilmiah Yakamys sirindhornae. Penamaan tersebut disematkan sebagai bentuk penghormatan kepada Putri Sirindhorn dari Thailand atas dukungannya terhadap penelitian ilmiah dan bidang paleontologi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *