Sejumlah kantor media di Irlandia menerima ancaman bom palsu yang memicu ketakutan serta kepanikan di tengah masyarakat. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang ancaman bom serupa yang melanda sektor penerbangan di berbagai wilayah Eropa dalam pekan ini.
Ancaman Terhadap Sejumlah Media
Pemerintah Irlandia menyatakan bahwa kepolisian merespons laporan dari stasiun penyiaran nasional RTE, Virgin Media, radio Newstalk, serta surat kabar The Irish Independent setelah semuanya mendapat ancaman bom palsu. Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki pihak di balik pengiriman ancaman tersebut.
Pemerintah menyebutkan dalam keterangannya bahwa belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas ancaman-ancaman ini, apakah dilakukan oleh individu atau merupakan suatu upaya terpusat maupun terkoordinasi. Pemerintah menambahkan bahwa gangguan tersebut tampak seperti sebuah kampanye terkoordinasi untuk menimbulkan kekacauan, seiring dengan gangguan yang sedang berlangsung pada sektor penerbangan di seluruh Eropa akibat ancaman serupa.
Pemerintah Irlandia menilai ancaman yang ditujukan kepada organisasi media pada Jumat pagi tersebut sebagai masalah yang sangat serius. Tindakan itu dinilai menimbulkan ketakutan, kegelisahan, serta gangguan bagi warga yang sedang menjalani aktivitas sehari-hari, dan disebut sama sekali tidak memiliki tujuan positif apa pun.
Respons Penegak Hukum
Aparat kepolisian langsung dikerahkan menuju kantor pusat RTE di Dublin serta berbagai lokasi sasaran lainnya sesaat setelah ancaman itu diterima. Kepolisian saat ini bekerja sama dengan pihak militer, otoritas siber, otoritas penerbangan Irlandia, serta mitra-mitra di Eropa guna melacak para pelaku.
Segala upaya akan dilakukan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab dan meminta pertanggungjawaban mereka, seperti dijelaskan oleh pemerintah. Sementara itu, pembawa acara radio Newstalk, Claire Byrne, mengungkapkan kepada pendengar setelah kembali mengudara bahwa para staf sempat disarankan untuk meninggalkan gedung akibat ancaman tersebut. Pihaknya kemudian diberi tahu bahwa mereka sudah diizinkan kembali ke dalam gedung dan peringatan itu dipastikan hanya berupa ancaman palsu atau hoax.
Sumber: News - Detikcom





