Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang kawasan lepas pantai Tokyo, Jepang, pada Jumat (6/11) malam waktu setempat. Otoritas setempat memastikan tidak ada peringatan potensi tsunami yang dikeluarkan setelah kejadian tersebut.
Detail Gempa dan Pusat Guncangan
Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa gempa berkedalaman dangkal itu terjadi sekitar pukul 19.39 waktu setempat di perairan lepas pantai Kanto. Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang dikutip CNN Indonesia dari Japan Times, titik pusat gempa terletak di laut sekitar 169 kilometer sebelah tenggara Asahi, sebuah wilayah di timur ibu kota Tokyo.
JMA mencatat guncangan tersebut mencapai skala intensitas seismik level 3 dari total 7 level pada skala khas Jepang. Pada level ini, getaran biasanya dirasakan oleh hampir seluruh warga di dalam ruangan serta menggetarkan berbagai barang yang tersusun di rak.
Kondisi Korban dan Aktivitas Seismik Jepang
Sampai saat ini, belum ada laporan resmi yang mencatat adanya kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa dan luka-luka akibat guncangan tersebut. Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Negara kepulauan dengan populasi sekitar 125 juta jiwa itu menghadapi ratusan guncangan setiap tahun, yang mencakup sekitar 18 persen dari total kejadian gempa bumi di seluruh belahan dunia. Mayoritas gempa yang terjadi berkekuatan ringan, dengan tingkat dampak yang berbeda-beda bergantung pada kedalaman serta lokasi pusat gempa.






