Hasil pemilihan umum di Amerika Serikat menunjukkan pergeseran bersejarah dalam komposisi Kongres mendatang dengan masuknya sejumlah besar legislator yang mendukung aset kripto. Wakil Presiden Kebijakan AS Coinbase, Kara Calvert, menyatakan bahwa kelas anggota parlemen baru ini memiliki jumlah pendukung kripto terbanyak yang pernah ada.
Dukungan Politik dan Kursi Parlemen
Menurut Calvert, seperti dilansir US Top News and Analysis (cnbc.com), kripto bersifat sepenuhnya dwipartai sehingga masa depan sektor keuangan tidak bergantung pada satu partai politik atau malam pemilu saja. Anggota dari Partai Demokrat maupun Republik memahami bahwa aturan yang jelas diperlukan untuk melindungi konsumen serta mempertahankan inovasi di Amerika Serikat.
Berdasarkan data hingga Kamis pagi, organisasi nirlaba Stand With Crypto mencatat sebanyak 19 kandidat yang dinilai pro-kripto telah terpilih di Senat berbanding delapan kandidat yang dikategorikan anti-kripto. Sementara itu di Dewan Perwakilan Rakyat, sebanyak 228 kandidat pro-kripto berhasil melenggang melawan 106 kandidat yang dianggap menentang industri tersebut.
Sejumlah pertarungan kursi masih belum selesai dihitung, namun komite aksi politik super Fairshake yang dibentuk pada tahun 2023 telah memenangi 29 dari 34 pemilihan tempat mereka menggelontorkan dana. Berita dari Reuters menyebutkan pencapaian tersebut mencakup tiga dari enam kandidat DPR prioritas yang masing-masing didukung dana dasar senilai satu juta dolar.
Prospek Regulasi dan Pasar Kripto
Chief Strategy Officer sekaligus Kepala Kebijakan Global dan Operasi Circle, Dante Disparte, menggarisbawahi pendekatan dwipartai yang dianut perusahaannya serta kesiapan mereka menghadapi kepemimpinan baru di Senat dan DPR. Meskipun demikian, ia memperkirakan pengesahan undang-undang terkait kejelasan regulasi bisa memakan waktu lebih lama untuk dibahas kembali.
CEO perusahaan perbendaharaan ether Sharplink, Joseph Chalom, menilai bahwa meskipun legislasi kripto berpotensi mengalami hambatan, kemajuan di sektor ini tetap dapat berjalan. Ia memperkirakan Undang-Undang Clarity akan tertahan hingga tahun 2028, namun jalur pengembangan koin stabil serta tokenisasi ekuitas publik di bawah pengecualian inovasi lima tahun dari SEC tetap terbuka jelas.
Kepala Riset CoinShares, James Butterfill, menyampaikan bahwa dampak gelombang biru ini akan beragam di setiap aset kripto sehingga investor perlu mengantisipasi volatilitas jangka pendek. Saham perusahaan kripto di AS dinilai lebih sensitif dibandingkan bitcoin, di mana operator yang patuh hukum justru berpotensi diuntungkan oleh pengawasan ketat terhadap kompetitor mereka.
Sumber: US Top News and Analysis







