Kraft Heinz mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan melepas unit bisnis kopi di Amerika Utara melalui sebuah kesepakatan dengan nilai perusahaan mencapai USD650 juta atau sekitar Rp10,3 triliun, seiring upaya perusahaan untuk memfokuskan kembali perhatian pada merek-merek utamanya.
Penjualan Unit Kopi dan Kepemilikan Saham
Transaksi dengan perusahaan ekuitas swasta One Rock Capital Partners tersebut mencakup merek-merek ternama seperti Maxwell House dan Gevalia, serta dijadwalkan rampung pada pertengahan tahun 2027 menurut siaran pers perusahaan. Meskipun demikian, Kraft Heinz akan tetap mempertahankan kepemilikan saham ekuitas nonpengendali sebesar 30 persen di dalam bisnis tersebut.
Perusahaan menyatakan akan memanfaatkan dana tunai setelah pajak sebesar USD500 juta dari transaksi ini untuk melunasi utang-utang mereka, bagian dari langkah prioritas alokasi sumber daya guna mempercepat pertumbuhan. CEO Kraft Heinz, Steve Cahillane, menyebut langkah ini sebagai pencapaian penting dalam memaksimalkan potensi portofolio perusahaan.
Kepemimpinan Cahillane yang dimulai pada Januari lalu sebelumnya telah menangguhkan rencana pemisahan perusahaan menjadi dua bagian, sebuah langkah yang tadinya akan membatalkan merger senilai USD46 miliar dari satu dekade silam. Ia menilai berbagai tantangan yang dihadapi Kraft Heinz dapat diatasi dan berada dalam kendali manajemen.
Kinerja Keuangan dan Proyeksi 2026
Upaya pemulihan bisnis ini turut mencakup suntikan investasi senilai USD700 juta ke dalam perusahaan serta fokus yang lebih tajam pada sejumlah merek inti. Bersamaan dengan pengumuman divestasi tersebut, Kraft Heinz melaporkan perolehan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi pasar dan menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun 2026.
Perusahaan kini memproyeksikan penjualan bersih organik akan mengalami penurunan antara 0,5 persen hingga 1,25 persen, membaik dari laporan kuartal kedua yang sebelumnya memperkirakan penurunan penjualan hingga mencapai 2 persen. Cahillane menegaskan bahwa rencana operasional tahun 2026 untuk membenahi bisnis di Amerika Serikat sekaligus mempercepat pertumbuhan internasional berjalan sesuai jalur.
Nilai saham perusahaan tercatat mengalami kenaikan sekitar 5 persen pada perdagangan Rabu pagi menyusul pengumuman tersebut.
Sumber: US Top News and Analysis







