Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura menegaskan bahwa gas alam cair atau *liquefied natural gas* (LNG) yang diperdagangkan perusahaan berbasis di wilayahnya umumnya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas tudingan dari pemerintah Indonesia terkait aktivitas perdagangan gas.
Penjelasan Pemerintah Singapura
Juru bicara METI menjelaskan bahwa Singapura merupakan pusat perdagangan internasional untuk komoditas LNG. Terdapat lebih dari 50 perusahaan yang berbasis di negara tersebut yang aktif melakukan kegiatan pembelian, pemasaran, serta perdagangan sumber LNG dari pasar global, termasuk dari Indonesia. Selain Indonesia, pasar sumber utama yang dilayani oleh perusahaan-perusahaan tersebut mencakup Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia.
Menurut METI seperti dilaporkan Channel News Asia, meskipun para pedagang yang beroperasi di Singapura mengambil keputusan komersial terkait kargo, pengiriman fisik LNG pada praktiknya bergerak langsung dari negara sumber menuju negara tujuan tanpa singgah secara fisik di Singapura.
Selain itu, pihak kementerian juga menegaskan bahwa gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui jalur pipa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan domestik Singapura dan bukan untuk diekspor kembali.
Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan dugaan bahwa sebagian LNG yang dikirim dari Indonesia ke Singapura dijual kembali ke negara lain. Bahlil memaparkan bahwa total ekspor gas Indonesia ke Singapura mencapai 409,5 MMSCFD, dengan 1.480 MMSCFD di antaranya berupa gas LNG.
Berdasarkan jumlah tersebut, Bahlil meyakini bahwa pasokan 148 kargo LNG tidak sepenuhnya dikonsumsi di dalam negeri Singapura, melainkan sebagian dijadikan komoditas perdagangan ulang ke negara lain, sementara sebagian lainnya memang untuk konsumsi domestik mereka.
Meskipun demikian, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah Indonesia belum mempunyai rencana untuk memangkas volume ekspor LNG ke Singapura lantaran ketersediaan kebutuhan dalam negeri saat ini masih mencukupi.
Bahlil menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi sembari memprioritaskan kepentingan domestik sebelum memutuskan kebijakan ekspor lebih lanjut.
Sumber: Finance - Detikcom







