Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan lima strategi utama untuk memastikan benih padi unggul dapat sampai langsung ke tangan petani. Langkah ini bertujuan untuk mendongkrak produksi serta meningkatkan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.
Lima Strategi Pengadaan dan Distribusi Benih Unggul
Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, Amin Nur menjelaskan bahwa pihaknya menjalankan lima kegiatan strategis dalam menghasilkan serta menyalurkan benih unggul. Strategi tersebut meliputi kegiatan demplot pertanian, pendampingan intensif, serta jaminan ketersediaan benih di lapangan.
Selain itu, Kementan juga berfokus pada pengamanan pasokan pupuk bagi para petani. Seluruh inovasi yang diterapkan telah disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing serta memanfaatkan umpan balik dari hasil inovasi melalui sistem Pertanian Modern-Advanced Agricultural System atau PM-AAS.
Peran Rantai Pasok dan Distribusi Pertanian
Di sisi lain, Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar menyatakan bahwa pihaknya berperan sebagai orkestrator rantai pasok untuk memperkuat distribusi hasil panen dari petani kepada para pembeli. Melalui pendekatan Market Driven Agriculture, Rumah Tani menghubungkan langsung sentra-sentra pertanian dengan kanal pasar yang ada.
Pendekatan tersebut diterapkan untuk memangkas rantai distribusi agar tidak terlalu panjang. Penjelasan mengenai berbagai langkah strategis ini terungkap dalam Special Program World Food Day bertema Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia yang disiarkan oleh CNBC Indonesia pada Jumat, 30 Oktober 2026.






