News

Bibit Siklon Tropis 91B Muncul, BMKG Beri Peringatan Cuaca

Bibit Siklon Tropis 91B Muncul, BMKG Beri Peringatan Cuaca
Daftar Isi
  1. Potensi Perkembangan dan Dampak Tak Langsung
  2. Prakiraan Awal Musim Hujan 2026/2027
  3. Pertumbuhan Awan Hujan Jangka Pendek

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B pada 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Fenomena atmosfer tersebut saat ini terpantau berada di Laut Andaman, sebelah utara Aceh, dan masuk dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta.

Potensi Perkembangan dan Dampak Tak Langsung

Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon ini mempunyai peluang sedang untuk menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam ke depan. Pergerakannya diprakirakan menuju ke arah barat-barat laut dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Walau bergerak menjauh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa Bibit Siklon Tropis 91B tetap memberikan dampak tidak langsung hingga 30 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Dampak tersebut berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Aceh dan Sumatra Utara, serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Malaka bagian utara.

Masyarakat di daerah terdampak serta para pengguna transportasi laut diminta agar meningkatkan kewaspadaan serta senantiasa memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG.

Prakiraan Awal Musim Hujan 2026/2027

Dalam kesempatan terpisah, BMKG menyampaikan prakiraan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada periode November hingga Desember 2026. Pemutakhiran prediksi tersebut dirilis pada 2 Oktober 2026, dengan rincian bulan November 2026 mencakup 185 Zona Musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia, serta Desember 2026 mencakup 266 Zona Musim atau 17,31 persen luas daratan Indonesia, yang diawali dari Sumatra bagian utara lalu bergeser secara bertahap ke wilayah lain.

Lebih lanjut, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur sebanyak 529 Zona Musim atau 61,08 persen luas daratan Indonesia, sementara yang sama dengan normalnya sebanyak 26 Zona Musim atau 2,15 persen luas daratan Indonesia. Selain itu, sebagian besar wilayah Indonesia yang mencakup 482 Zona Musim atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.

Wilayah yang diprediksi masuk musim hujan pada November 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian kecil Nusa Tenggara Timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat bagian utara, hingga sebagian Papua Selatan.

Pertumbuhan Awan Hujan Jangka Pendek

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan diprakirakan signifikan pada periode 25 Oktober hingga 2 November 2026 di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. Sebaliknya, wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur masih berpotensi menghadapi kondisi cuaca yang relatif kering.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *