Daftar Isi
Pemain depan Real Madrid, Kylian Mbappe, tengah menghadapi kontroversi besar di China menyusul komentarnya mengenai mendiang pemimpin China, Mao Zedong. Insiden tersebut berdampak pada hilangnya sejumlah kesepakatan komersial serta tindakan televisi pemerintah yang menyetop siaran pertandingan La Liga.
Asal-Usul Video Kontroversial
Kericuhan bermula ketika sebuah video dari siniar sepak bola Prancis, The Bridge, beredar di dunia maya dan memperlihatkan Mbappe sedang berkelakar mengenai seorang pemimpin masa lalu. Rekaman yang diverifikasi oleh Al Jazeera tersebut memperlihatkan Mbappe bersiap tampil siaran pada bulan April lalu, sebelum akhirnya video tersebut dihapus.
Dalam rekaman itu, Mbappe menyebutkan bahwa meme internet terlucu yang pernah ia lihat menampilkan wajahnya yang diubah secara digital menyerupai seorang pria yang ia sebut sebagai diktator China. Fan sebelumnya memang kerap membuat meme yang menempelkan wajah Mbappe pada tokoh politik dan militer untuk menggambarkan pengaruhnya di dalam klub.
Dampak Komersial dan Pemblokiran
Meskipun Mbappe menyatakan bahwa candaan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung, sentimen di China tetap memanas karena lelucon mengenai Mao Zedong dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap pendiri negara. Perusahaan minuman raksasa China, Dongpeng, mengumumkan penghentian kontrak dengan Mbappe secara efektif, sementara produsen susu Mengniu juga memutuskan hubungan kerja sama dengan sang atlet.
Selain pemutusan sponsor, aplikasi media sosial China seperti Weibo dan Xiaohongshu membekukan akun Mbappe dan melarang penambahan pengikut baru. Kantor berita AFP melaporkan bahwa toko resmi Adidas di Distrik Sanlitun, Beijing, masih menjual jersey Real Madrid tetapi tidak menyediakan satupun atribut dengan nama Mbappe.
Permintaan Maaf dan Respons Resmi
Mbappe menyampaikan permohonan maaf tertulis dalam bahasa Prancis, Mandarin, dan Inggris, serta menyatakan bahwa komentarnya kurang tepat dan tidak berniat menyakiti masyarakat China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa pemerintahnya menanggapi permintaan maaf tersebut secara serius.
Media yang didukung negara, The Paper, melaporkan bahwa televisi pemerintah China telah menghentikan penayangan seluruh pertandingan dan acara yang melibatkan La Liga dan Mbappe. Presiden La Liga, Javier Tebas, menggelar pertemuan dengan Duta Besar China di Spanyol dan menyampaikan permohonan maaf guna mencari solusi serta menjaga hubungan strategis dengan para penggemar di China.
Real Madrid turut merilis pernyataan resmi pada Rabu untuk menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat China atas pernyataan pemain mereka. Klub menegaskan bahwa mereka memiliki penghormatan mendalam terhadap sejarah, budaya, serta jutaan pendukung setia di negara tersebut.






