Daftar Isi
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid, berupa laba periode berjalan mencapai Rp2,68 triliun pada Semester I-2026. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan neto, efisiensi operasional, serta pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.
Kinerja Keuangan dan Penjualan
Hingga 30 Juni 2026, JAPFA membukukan penjualan bersih sebesar Rp35,36 triliun, meningkat dari Rp27,48 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat sebesar Rp3,73 triliun, naik dari Rp2,10 triliun, sementara EBITDA mencapai Rp4,41 triliun dibandingkan Rp2,73 triliun pada semester pertama 2025. Laba periode berjalan juga meningkat menjadi Rp2,68 triliun, dari Rp1,36 triliun pada tahun sebelumnya.
Direktur JAPFA Leo Handoko mengatakan, seperti dilaporkan detikcom, kinerja semester I-2026 perusahaannya mencerminkan model bisnis JAPFA yang berkelanjutan.
“Kinerja Semester I-2026 mencerminkan model bisnis JAPFA yang berkelanjutan serta komitmen kami untuk terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas di seluruh lini usaha. Di tengah dinamika pasar dan tekanan biaya bahan baku, kami tetap berfokus pada penguatan bisnis inti, percepatan digitalisasi, dan optimalisasi sinergi antar unit usaha untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Leo dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Pada 30 Juni 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp45,15 triliun, mengalami peningkatan dari Rp36,37 triliun. Belanja modal atau *capital expenditure* (capex) selama semester I-2026 mencapai Rp2,16 triliun, dibandingkan Rp932 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total utang berbunga tercatat sebesar Rp16,27 triliun, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 64,1 persen.
Divestasi dan Fokus Bisnis Inti
Sebagai bagian dari upaya memperkuat fokus pada bisnis inti, JAPFA juga telah menyelesaikan divestasi 100 persen kepemilikan saham PT Vaksindo Satwa Nusantara pada 29 September 2026. Langkah tersebut menghasilkan penerimaan kas sekitar Rp1,81 triliun sebelum pajak. Ditambah dividen yang telah diumumkan sebelum penjualan, total penerimaan kas grup mencapai sekitar Rp2,81 triliun sebelum pajak.
Dana yang diperoleh dari transaksi tersebut akan mendukung pembiayaan kembali ke bisnis inti, termasuk kebutuhan belanja modal, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada pinjaman bank. Keputusan itu juga memungkinkan Perseroan memusatkan perhatian manajemen dan sumber daya pada sektor-sektor yang menjadi prioritas pertumbuhan jangka panjang. Di sisi operasional, kesinambungan pasokan vaksin bagi peternakan JAPFA tetap terjaga dengan persyaratan yang secara substansial sama, sehingga mendukung keberlangsungan kegiatan usaha Perseroan.
Inisiatif Keberlanjutan dan Target Semester II
Selain memperkuat kinerja keuangan, JAPFA terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasionalnya. Pada 2025, Perseroan berhasil mencapai inisiatif Zero Coal lebih cepat dari target awal 2040. Inisiatif tersebut, bersama pemanfaatan energi yang lebih bersih, energi baru dan terbarukan, serta program manajemen energi, berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca Cakupan 1 sebesar 3.079 ton CO₂ ekuivalen dibandingkan 2024.
Perusahaan juga mencatat peningkatan volume air daur ulang sebesar 94 persen dan pemanenan air hujan sebesar 227 persen dibandingkan 2023. Pada periode yang sama, volume limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berhasil diturunkan sebesar 63 persen, mencerminkan upaya berkelanjutan JAPFA dalam meningkatkan efisiensi sumber daya dan memperkuat pengelolaan lingkungan. Komitmen terhadap keberlanjutan turut diwujudkan melalui program JAPFA for Kids, yang sejak 2008 hingga 2025 telah menjangkau 201.056 siswa di 1.214 sekolah yang tersebar di 105 kabupaten/kota melalui edukasi gizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pentingnya konsumsi protein hewani.
“Menghadapi Semester II-2026, kami tetap mencermati berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian global, fluktuasi harga bahan baku, biaya pakan, serta risiko kelebihan pasokan di industri perunggasan. Kami akan terus mengedepankan efisiensi, memperkuat ketahanan operasional, dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan modal dan investasi,” kata Leo.
“Dengan fundamental bisnis yang kuat dan strategi yang terarah, JAPFA berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang sehat serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Sumber: Finance - Detikcom




