Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian menjajaki peluang ekspor produk hortikultura Indonesia ke China melalui ajang AGRINEX 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar produk hortikultura nasional ke kancah global.
Diskusi dengan Eksportir di Jakarta
Direktur Hilirisasi Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, melakukan diskusi dengan Ella selaku eksportir buah-buahan segar ke China dalam acara yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, seperti dilaporkan detikcom.
Freddy menyatakan pemerintah berkomitmen membuka kesempatan pasar ekspor yang lebih luas bagi komoditas hortikultura Indonesia, utamanya buah-buahan.
“Buah-buahan kita ini memiliki potensi yang sangat besar, ya. Apalagi buah tropis unggulan semakin diminati konsumen global. Melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kualitas produk, dan pemenuhan standar pasar internasional, kami optimistis buah Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan memberikan nilai tambah bagi petani serta pelaku usaha hortikultura,” ujar Freddy dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Ella yang mendatangi stan Ditjen Hortikultura di AGRINEX 2026 menilai buah-buahan asal Indonesia mempunyai peluang besar untuk bersaing di Tiongkok, khususnya dari aspek cita rasa serta penampilan.
“Cita rasa dan penampilan itu penting. Namun, untuk ekspor ke Tiongkok memerlukan pemenuhan persyaratan negara tujuan, termasuk ketentuan registrasi dan persyaratan karantina yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC),” tegas Ella.
Tantangan Pasokan dan Program Pengembangan
Freddy menanggapi bahwa tantangan utama bagi para eksportir ialah mengonsolidasikan pasokan dari berbagai daerah di Indonesia agar kuantitas serta kualitas produk selaras dengan permintaan pasar. Oleh sebab itu, Ditjen Hortikultura berencana menindaklanjuti peluang kerja sama lewat koordinasi terkait standar mutu dan kesiapan petani.
Upaya mendongkrak kualitas dan kuantitas ekspor tersebut didukung lewat program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project atau HDDAP. Program ini mengembangkan 14 komoditas yang mencakup mangga, salak, manggis, hingga durian pada 13 kabupaten.
Program tersebut menggerakkan penerapan praktik pertanian yang baik, perbaikan penanganan pascapanen, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani agar mampu memproduksi hasil berkualitas guna memenuhi kebutuhan ekspor secara berkelanjutan.
Keikutsertaan dalam AGRINEX 2026 dimanfaatkan Ditjen Hortikultura untuk memacu sinergi antara pemerintah, petani, kelembagaan ekonomi petani, pelaku usaha, serta eksportir dalam memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir. Pertemuan dengan eksportir buah juga berfungsi sebagai langkah menjajaki kemitraan yang menghubungkan permintaan pasar dengan potensi produksi para petani binaan HDDAP.
Sumber: Finance - Detikcom






