Menteri Perindustrian M Sarmuji mengungkapkan perkembangan teknologi kendaraan yang diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan. Salah satu teknologi tersebut adalah Range Extended Electric Vehicle (REEV), yang disebut sanggup menempuh jarak hingga 65 kilometer hanya dengan satu liter BBM.
Keunggulan Teknologi REEV
Kendaraan dengan teknologi tersebut juga diklaim bisa menjangkau jarak hingga 1.600 kilometer dalam kondisi pengisian penuh. Penghematan bahan bakar yang ditawarkan sangat besar sehingga perjalanan jarak jauh dapat ditempuh dengan aman, seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Menurut Sarmuji saat ditemui di kantornya di Jakarta, Rabu lalu dan dikutip Sabtu (24/10/2026), pengembangan kendaraan REEV bersama teknologi plug-in hybrid merupakan langkah strategis untuk menekan konsumsi BBM nasional, khususnya BBM bersubsidi. Selain lebih hemat bagi pengguna, teknologi itu juga dinilai dapat membantu menurunkan emisi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dia menjelaskan, kendaraan REEV maupun plug-in hybrid masih memanfaatkan baterai dan mesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine. Dengan demikian, industri otomotif tidak harus melakukan perubahan total terhadap komponen produksi yang selama ini digunakan.
Rencana Insentif Pemerintah
Kementerian Perindustrian berencana mendorong pemberian insentif bagi kendaraan REEV, hybrid, dan plug-in hybrid. Selama ini, insentif kendaraan elektrifikasi lebih banyak diberikan kepada mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle.
Insentif yang akan diusulkan mencakup fasilitas fiskal berupa keringanan pajak, serta insentif nonfiskal seperti pembebasan aturan ganjil genap, parkir khusus, hingga fasilitas pengisian daya. Sarmuji menegaskan, besaran insentif untuk kendaraan hybrid dan REEV tidak harus sama dengan mobil listrik murni, namun dukungan pemerintah diperlukan agar industri kendaraan hemat energi semakin berkembang.
Pihaknya akan mendorong kebijakan tersebut secepatnya memanfaatkan momentum kenaikan harga BBM untuk memperkuat industri berbasis baterai dengan berbagai jenis variannya. Target pengusulan diupayakan selesai tahun ini atau paling lambat awal tahun depan.
Minat Industri dan Tren Pasar
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Putu Juli Ardika mengatakan, sejumlah produsen otomotif sudah menunjukkan minat untuk mengembangkan kendaraan REEV di Indonesia. Salah satu produsen di Subang bahkan berencana menghadirkan model BYD M6 DM-i.
Pasar yang kuat, ditambah dukungan insentif pemerintah, diyakini akan mendorong masuknya investasi di sektor tersebut. Tren konsumen otomotif saat ini juga mulai bergeser ke kendaraan yang lebih hemat BBM seiring tingginya harga bahan bakar.
Pertumbuhan penjualan mobil penumpang tercatat meningkat sebesar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang didorong oleh pembelian produk-produk kendaraan irit bahan bakar. Sebaliknya, penjualan mobil konvensional mengalami penurunan cukup signifikan akibat kondisi tersebut.





