Food

Mahasiswi Jakarta Bikin Es Krim Jangkrik hingga Brownies Keluak

Mahasiswi Jakarta Bikin Es Krim Jangkrik hingga Brownies Keluak
Daftar Isi
  1. Berawal dari Ide Mencari Sumber Protein Alternatif
  2. Tantangan Mengolah Jangkrik Jadi Es Krim
  3. Pernah Membuat Brownies dari Keluak hingga Energy Gel
  4. Sulap Limbah Jagung Jadi Corn Dog

Seorang mahasiswi teknologi pangan di i3L University, Jakarta, bernama Andrea Zefany, menarik perhatian publik setelah menciptakan kreasi es krim cokelat berbahan jangkrik. Tak sekadar tugas akhir, inovasi tersebut dikembangkannya bersama dua rekan kuliahnya sebagai upaya memperkenalkan sumber protein alternatif yang ramah lingkungan.

Berawal dari Ide Mencari Sumber Protein Alternatif

Andrea Zefany bersama dua rekannya, Berton dan David, mulai meneliti bahan pangan alternatif yang bergizi, terjangkau, dan ramah lingkungan karena kesadaran akan pentingnya memenuhi kebutuhan protein harian, seperti diceritakan kepada detikFood pada Kamis (24/10/2026). Mereka ingin menghadirkan inovasi pangan yang unik dan belum pernah ada sebelumnya di Indonesia.

Dari riset mengenai serangga yang dapat dikonsumsi atau edible insects, mereka mendapati bahwa jangkrik memiliki kandungan protein, vitamin, serta mineral yang tinggi. Tantangan terbesar mereka adalah meyakinkan panelis untuk mencicipi produk tersebut mengingat serangga masih jarang dan tidak lazim dikonsumsi di Indonesia, sehingga mereka memilih es krim yang sudah akrab di masyarakat.

Tantangan Mengolah Jangkrik Jadi Es Krim

Andrea dan tim harus menyamarkan bentuk, tekstur, serta rasa khas serangga tersebut agar produknya lebih mudah diterima oleh konsumen. Langkah awalnya adalah menghaluskan jangkrik menjadi bubuk halus untuk menyembunyikan bentuk utuh sekaligus mengurangi tekstur berpasir pada es krim.

Proses dilanjutkan dengan pemanasan menggunakan oven bersuhu rendah guna menekan aroma khas jangkrik. Guna menutupi rasa earthy dan nutty dari jangkrik, mereka memilih untuk menambahkan cokelat pada es krim agar inovasi ini lebih dapat diterima oleh lidah para panelis, seperti dijelaskan Andrea.

Pernah Membuat Brownies dari Keluak hingga Energy Gel

Selama masa kuliah, Andrea juga pernah membuat beberapa inovasi pangan seperti brownies menggunakan keluak sebagai pengganti cokelat. Hasil evaluasi sensori menunjukkan bahwa substitusi cocoa powder dengan keluak sebesar 70 persen masih diterima oleh panelis, ungkap Andrea.

Selain brownies, Andrea mengembangkan produk energy gel yang menggabungkan cokelat dan jamu untuk meningkatkan stamina bagi mereka yang aktif berolahraga dan mengurangi rasa sakit menstruasi pada wanita dalam proyek entrepreneurship. Andrea juga tertarik mengembangkan produk minuman menggunakan teknik fermentasi alami dengan membuat minuman berbahan nanas memanfaatkan ginger bug atau kultur fermentasi berbahan jahe, serta menganalisis perubahan karakteristik fisikokimianya selama proses fermentasi.

Sulap Limbah Jagung Jadi Corn Dog

Andrea juga pernah membuat inovasi makanan dengan memanfaatkan limbah organik melalui proyek bernama Corn Corn Dog untuk mendukung ketahanan pangan dengan mengolah limbah organik yang biasanya dibuang menjadi makanan. Perbedaan dengan corn dog pada umumnya terletak pada adonan tepung yang terbuat dari campuran bonggol jagung dan rambut jagung yang dihaluskan, serta tambahan jagung pipil ke adonan untuk memperkaya tekstur, jelas Andrea.

Selain itu, Andrea juga pernah mengembangkan prototipe aplikasi informasi ikan dan resep masakan guna meningkatkan minat konsumsi ikan di Indonesia.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *