Para investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke surat utang negara setelah pasar obligasi mengalami tekanan jual, dengan perkiraan bahwa imbal hasil mungkin sudah mencapai puncaknya.
Peluang di Tengah Tekanan Pasar
Surat utang acuan tenor 10 tahun sempat mendekati level psikologis 5 persen pada perdagangan Jumat seiring lonjakan harga minyak dan survei konsumen yang menunjukkan ekspektasi inflasi masih berada di atas target bank sentral AS sebesar 2 persen.
Meskipun demikian, sejumlah pelaku pasar melihat secercah harapan di tengah pasar yang tertekan sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran kenaikan harga, ketegangan di Timur Tengah, serta pasokan utang yang besar.
Ahli strategi investasi Bank of America, Michael Hartnett, melalui catatan kepada klien menyatakan bahwa harga pasar surat utang yang terpuruk tersebut sudah berada pada posisi yang tepat, serta mencatat instrumen tersebut mengalami imbal hasil jangka panjang terburuk dalam satu abad terakhir.
Ia menyampaikan dalam ringkasan arus dana mingguan bahwa langkah kontrarian sekuler adalah menambah kepemilikan obligasi, seraya membandingkannya dengan kondisi serupa pada saham dan komoditas di masa lalu yang kemudian menjadi titik masuk yang menguntungkan.
Arus Modal Masuk ke Surat Utang
Terlepas dari imbal hasil yang melambung dan imbal hasil negatif pada tahun ini, para pemodal tetap menanamkan dana mereka pada instrumen pendapatan tetap dan utang pemerintah.
Surat utang negara mencatatkan masuknya dana sebesar 5,4 miliar dolar Amerika Serikat dalam sepekan terakhir, yang menjadi bagian dari total 12,1 miliar dolar Amerika Serikat yang mengalir ke pasar obligasi secara keseluruhan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank of America.
Selain itu, iShares 20+ Year Treasury Bond ETF, sebuah dana senilai 47,3 miliar dolar Amerika Serikat yang memberikan eksposur terhadap utang jangka panjang pemerintah, telah menerima tambahan dana segar sebesar 1,14 miliar dolar Amerika Serikat dari investor selama sebulan terakhir.
Dorongan minat tersebut didasari oleh keyakinan bahwa aksi jual surat utang telah mencapai titik jenuh, di mana pasar telah memperhitungkan berbagai risiko yang ada dan kini bersiap untuk kembali stabil.
Pada perdagangan hari Kamis sebelumnya, imbal hasil obligasi tenor 10 tahun sempat merosot tajam sebesar 19 basis poin atau setara dengan 0,19 persentase poin.
Sumber: US Top News and Analysis




