Sport

Simpati Carrick untuk Rumah Bruno Fernandes yang Kemalingan

Simpati Carrick untuk Rumah Bruno Fernandes yang Kemalingan

Gelandang Manchester United Bruno Fernandes mengalami musibah ketika rumahnya di kawasan Cheshire, Inggris, dibobol oleh komplotan maling. Peristiwa pencurian tersebut terjadi saat sang pemain tengah membela klubnya menghadapi Como 1907 dalam ajang Liga Champions pada Kamis (22/10/2026).

Kronologi Pembobolan Rumah Bruno Fernandes

Dalam lawatannya ke markas Como, Manchester United harus mengakui keunggulan tuan rumah dan takluk dengan skor telak 1-4. Di tengah berlangsungnya pertandingan tersebut, kediaman Bruno Fernandes didatangi oleh tiga orang pencuri yang mengenakan topeng.

Komplotan maling itu berhasil menggasak berbagai barang mewah, termasuk perhiasan. Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan darurat, namun para pelaku sudah kabur sebelum petugas tiba.

Pemain asal Portugal itu merasa sangat terpukul mengetahui tempat tinggalnya disatroni maling di tengah jadwal pertandingan. Kendati demikian, seluruh anggota keluarga Bruno Fernandes dipastikan sedang tidak berada di rumah saat insiden kriminal itu terjadi.

Respons Michael Carrick

Manajer Manchester United Michael Carrick memberikan dukungan dan rasa simpati mendalam kepada anak asuhnya tersebut usai pertandingan Como kontra Manchester United berakhir.

“Sangat mengerikan mendengar tentang hal itu, seseorang mengalami hal tersebut. Kami mendukung Bruno dan keluarganya,” ujar Carrick, seperti dikutip dari A Bola.

Menurut laporan, Bruno bersama istrinya, Ana, sangat terpukul karena rumah mereka dilanggar saat sedang berjuang membela klub. Carrick bersyukur karena keluarga sang gelandang tidak mengalami dampak secara fisik dalam kejadian tersebut, meskipun situasinya tetap saja mengerikan.

Sebelum insiden ini terjadi, hubungan antara Michael Carrick dan Bruno Fernandes dikabarkan sempat memanas akibat hasil negatif di Italia. Selepas kekalahan dari Como 1907, sang kapten melontarkan kritik terhadap taktik yang diterapkan oleh manajer berusia 45 tahun itu.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *