PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) menyatakan bahwa manajemen perusahaan sedang mengkaji berbagai langkah dan strategi korporasi optimal, termasuk opsi pembelian kembali saham (share buyback). Kajian ini dilakukan di tengah dinamika pasar saham domestik serta global sebagai bentuk komitmen untuk menjaga stabilitas nilai perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Kajian Strategis dan Kinerja Keuangan
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, seperti dilaporkan detikcom, mengatakan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan makroekonomi, tren industri energi, dan dinamika pasar modal. Manajemen melakukan kajian mendalam atas berbagai opsi strategis secara hati-hati sesuai tata kelola perusahaan yang baik serta regulasi yang berlaku.
Langkah strategis tersebut didukung oleh fundamental perusahaan yang solid, di mana PTBA mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang tajam sepanjang paruh pertama tahun ini. Pada Semester I 2026, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp22,03 triliun atau meningkat sebesar 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara laba bersih mencapai Rp2,65 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 218 persen yoy.
Pencapaian tersebut ditopang oleh pemulihan operasional pada kuartal II, penguatan penjualan ekspor, serta perbaikan harga jual rata-rata batu bara. Dari sisi operasional, PTBA mencatat produksi batu bara mencapai 19,45 juta ton dengan total volume penjualan sebesar 21,10 juta ton. Porsi penjualan ekspor tercatat sebesar 10,33 juta ton atau naik sekitar 5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Prioritas Domestik dan Rencana Lanjutan
Pemenuhan kebutuhan energi pasar domestik demi menjaga ketahanan energi nasional tetap menjadi prioritas utama dengan realisasi penjualan sebesar 10,77 juta ton atau mencakup sekitar 51 persen dari total penjualan perusahaan hingga semester I 2026. Eko menegaskan bahwa setiap pertimbangan yang diambil akan memperhatikan likuiditas, kebutuhan modal kerja, serta rencana pengembangan bisnis jangka panjang perusahaan.
“Kami memahami pentingnya merespons dinamika pasar secara bijak. Saat ini, Manajemen PTBA tengah melakukan kajian mendalam atas berbagai opsi strategis, termasuk potensi buyback saham, untuk memastikan setiap keputusan yang diambil senantiasa berlandaskan pada prinsip kehati-hatian yang terukur, tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta kerangka regulasi yang berlaku,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Fokus utama PTBA tetap diarahkan pada penjagaan kinerja operasional yang solid, efisiensi biaya, serta keberlanjutan agenda transformasi untuk mewujudkan kedaulatan sektor energi nasional.
“Apabila dari hasil kajian mendalam tersebut Manajemen memutuskan untuk mengeksekusi rencana buyback saham atau tindakan korporasi strategis lainnya, PTBA akan segera menyampaikan keterbukaan informasi (information disclosure) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),” tutup Eko.
Sumber: Finance - Detikcom



