Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat (23/10) di Jakarta Pusat. Perombakan pimpinan ini melibatkan pemberhentian dua pejabat tinggi serta pengangkatan Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, dan Staf Ahli baru.
Alasan Perombakan dan Perubahan Jabatan
Pergantian pejabat ini dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam keputusan tersebut, Robert Leonard Marbun diberhentikan dari posisi Sekretaris Jenderal dan digantikan oleh Astera Primanto Bhakti yang sebelumnya menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Selain itu, Askolani juga diberhentikan dari posisinya sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, kemudian digantikan oleh Nufransa Wira Sakti. Seperti dilaporkan Finance Detikcom, Suahasil menjelaskan bahwa pelantikan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kementerian untuk beradaptasi dan memperkuat struktur organisasi secara berkelanjutan.
“Pelantikan pada pagi hari ini adalah bagian dari perjalanan Kementerian Keuangan untuk terus beradaptasi dan memperkuat organisasi,” ujar Suahasil dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini menjadi bagian dari estafet kepemimpinan guna menjaga serta meneruskan rekam jejak pengabdian di instansi tersebut. Adapun deretan pejabat Eselon I yang dilantik mencakup Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal, Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan, Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, serta Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Tugas Khusus Pejabat Baru
Suahasil menyampaikan sejumlah instruksi khusus kepada para pejabat yang baru dilantik. Kepada Sekretaris Jenderal Astera Primanto Bhakti, ia meminta agar fungsi dukungan manajemen seperti sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga pengelolaan aset internal difokuskan untuk mendorong seluruh prioritas kerja Kementerian Keuangan.
Sementara itu, kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan yang baru, Tri Budhianto, Suahasil menekankan pentingnya melangkah menuju tata kelola pembendaharaan modern melalui digitalisasi. Ia berharap Tri mampu menyambungkan proses penganggaran kementerian dan lembaga dengan pelaksanaan anggaran agar semakin efisien.
Sistem pembayaran langsung juga menjadi fokus perhatian Suahasil, terutama untuk penyaluran perlindungan sosial, pembayaran gaji pegawai negeri, hingga pembayaran pensiun agar terhubung secara langsung dari Kas Umum Negara ke rekening penerima.
Untuk Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti, Suahasil berpesan agar memperkuat kehadiran negara melalui integrasi APBN dan APBD. Ia meminta perbaikan desain transfer dan tata kelola internal agar desentralisasi fiskal bisa secara efektif mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Kepada Staf Ahli Menteri Keuangan yang baru, Neilmaldrin Noor dan Hidayat Amir, Suahasil mengingatkan bahwa posisi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pengambilan keputusan. Staf ahli diharapkan mampu berinteraksi dengan seluruh unit Eselon I dan merangkai keterhubungan atas berbagai isu strategis di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sumber: Finance - Detikcom



