Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sejumlah wilayah di Indonesia yang berpeluang diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Jumat (23/10). Fenomena cuaca tersebut juga berpotensi disertai kilat, petir, serta angin kencang.
Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berada dalam kategori curah hujan rendah hingga menengah pada periode dasarian III Oktober sampai dasarian II November 2026, potensi hujan signifikan tetap dapat terjadi secara harian. Sementara itu, kondisi relatif kering diprediksi masih berlangsung di beberapa wilayah, meliputi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan dan Angin Kencang
Berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG untuk rentang waktu 22 hingga 24 Oktober 2026, berikut adalah rincian daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat beserta angin kencang pada Jumat (23/10):
- Aceh (potensi hujan lebat hingga sangat lebat)
- Sumatra Utara (potensi hujan lebat hingga sangat lebat)
- Sumatra Barat (potensi hujan lebat hingga sangat lebat)
- Riau (potensi hujan lebat hingga sangat lebat)
- Kepulauan Riau
- Bengkulu
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
Dinamika Atmosfer Pemicu Hujan
BMKG menjelaskan bahwa peningkatan pertumbuhan awan hujan dipicu oleh pergerakan gelombang atmosfer. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan aktif secara spasial pada 20–21 Oktober 2026 di kawasan perairan utara Papua, Kalimantan bagian utara, dan sekitar Aceh.
Pada saat bersamaan, Gelombang Rossby Ekuatorial terdeteksi aktif di Samudra Hindia sebelah barat Aceh serta Laut Andaman. Adapun Gelombang Kelvin terpantau aktif melintasi sebagian Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Faktor lain yang memengaruhi pergerakan angin regional adalah keberadaan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan, Laut Andaman, dan perairan utara Kalimantan Barat, serta dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi di sebelah timur Filipina. Kondisi ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin di Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang mendukung pemusatan massa udara.
Kombinasi tersebut diperkuat oleh tingkat labilitas atmosfer yang cukup tinggi di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan, serta Papua, sehingga memicu potensi hujan deras yang disertai petir dan angin kencang.
“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akumulasi curah hujan secara umum masih cenderung rendah pada skala dasarian, kejadian hujan signifikan tetap berpeluang terjadi dalam skala harian, terutama di wilayah yang dipengaruhi dinamika atmosfer regional dan lokal,” kata BMKG di laman resminya.





