Duel antara Bayern Munich dan Arsenal berlangsung terbuka dengan penerapan strategi menekan satu lawan satu di sepanjang lapangan. Pertemuan pada Matchday 3 Liga Champions di Allianz Arena tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah kedua kesebelasan sempat bergantian memimpin keunggulan.
Pertandingan Seimbang dan Sengit
Kedua tim tampil berimbang dengan masing-masing kubu menguasai jalannya bola serta menebar ancaman ke lini pertahanan lawan. Skuad asuhan tuan rumah mencatatkan enam tembakan tepat sasaran, sementara tim tamu melepaskan lima peluang serupa.
Aksi gemilang dari penjaga gawang masing-masing kubu turut membuat jalannya laga menjadi semakin ketat. Menurut penyerang Arsenal Kai Havertz, duel perebutan bola yang intens tersebut merupakan aspek yang paling ia nikmati dari pertandingan.
Komentar Kai Havertz
Pemain tim nasional Jerman tersebut menyukai cara kedua kesebelasan berupaya memutus alur permainan lawan sejak awal serta berani mengambil risiko. Meskipun harus terus-menerus terlibat duel fisik dengan pemain lawan, ia menilai situasi itu sebagai sebuah pertarungan yang menyenangkan.
Ia mengungkapkan bahwa situasi menekan lawan satu lawan satu di seluruh area lapangan memberikan pengalaman yang sangat mengasyikkan. Situasi serupa tidak selalu ditemui pada setiap pertandingan sehingga setiap duel yang terjadi di lapangan menjadi sangat berarti.
“Bermain man-to-man pressing di seluruh penjuru lapangan itu menyenangkan banget. Pada akhirnya, kami tak mendapatkan duel-duel semacam itu setiap laga dan setiap pertarungan itu berarti,” ucap pemain depan tersebut seperti dilansir dari situs resmi UEFA.
Ia menilai rekan-rekan setimnya mampu mengatasi berbagai duel tersebut dengan baik selama pertandingan berlangsung serta tetap terlibat secara penuh. Secara keseluruhan, timnya juga mampu memegang kendali permainan dengan cukup baik.
“kalau pertandingannya melibatkan pressing man-to-man di mana-mana, pertandingannya selalu intens dan berat. Tapi menyenangkan,” imbuhnya.
Sumber: Sport - Detikcom




