Legenda Liverpool Jamie Carragher melontarkan kecaman keras kepada kapten Manchester United, Bruno Fernandes. Mantan bek tersebut menilai sikap kapten Setan Merah itu sangat buruk usai melontarkan kritik terbuka terhadap tim pelatih.
Kritik Terbuka dan Sikap di Lapangan
Kecaman ini muncul setelah Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como di Stadion Giuseppe Sinigaglia dalam lanjutan Liga Champions, seperti dilaporkan Sport – Detikcom. Hasil tersebut memperpanjang catatan negatif Setan Merah yang gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua ajang, dengan perincian empat kali kalah dan tiga kali imbang.
Usai pertandingan, Bruno Fernandes melontarkan kritik terhadap taktik Michael Carrick. Gelandang asal Portugal itu menyebut ada kesalahan keputusan dari staf kepelatihan karena tidak menginstruksikan penerapan man-to-man pressing.
Carragher menilai tindakan pemain asal Portugal itu sudah keterlaluan setelah sebelumnya Lisandro Martinez juga mengkritik hierarki klub pada pekan lalu. Menurutnya, sikap tersebut merupakan hal yang memalukan.
“Kami mengatakan bahwa Lisandro Martinez benar-benar keterlaluan karena mengkritik hierarki klub (pekan lalu),” ujar Carragher seperti dilansir di CBS Sports.
“Kali ini Bruno Fernandes melakukannya dan itu memalukan. Musim lalu dia adalah Pemain Terbaik (Premier League). Itu berkat Michael Carrick yang datang sebagai manajer. Dia tidak akan mendapatkan penghargaan itu tanpa Carrick. Carrick mengembalikannya ke posisi yang seharusnya,” lanjutnya.
Carragher menambahkan bahwa reaksi tersebut muncul akibat sang gelandang diganti dan merasa dipermalukan oleh manajer pada pertandingan malam itu, seraya menegaskan bahwa sikap dan cara bertindak pemain tersebut sama sekali tidak benar.
Gaya Bermain dan Perbandingan dengan Legenda Klub
Lebih lanjut, Carragher menilai Manchester United secara keseluruhan serta Bruno Fernandes secara khusus tampil buruk. Sang gelandang disebut hanya berlari tanpa arah yang jelas di atas lapangan.
Mantan pemain tim nasional Inggris itu menyatakan bahwa gaya bermain pemain nomor delapan tersebut justru membuat Manchester United kesulitan melakukan pressing secara efektif.
“Ketika dia berbicara tentang pressing, baik itu man-to-man atau zonal, selama bertahun-tahun, Bruno Fernandes berarti Manchester United tidak bisa melakukan pressing,” ucap Carragher.
“Dia berlarian ke sana kemari seperti anak kecil di halaman sekolah untuk fans. Mereka semua orang mengira dia bekerja keras, padahal tidak. Dia malah merugikan tim dengan melakukan itu,” jelasnya.
Sebagai penutup, Carragher membandingkan situasi saat ini dengan era terdahulu ketika Manchester United diperkuat oleh Bryan Robson pada rentang tahun 1981 hingga 1994. Ia menyebut sosok kapten legendaris tersebut tidak pernah menyalahkan manajer maupun rekan setim lain di saat klub berada dalam situasi sulit.
“Brian Robson tidak bermain untuk tim yang memenangkan liga atau piala Eropa setiap tahun. Brian Robson masih dianggap sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk klub ini. Brian Robson tidak pernah menjatuhkan manajer atau pemain lain, terus berjuang untuk Manchester United,” pungkasnya.
Sumber: Sport - Detikcom



