PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengerahkan tim tanggap darurat dari Operasional Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem untuk membantu menangani kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda. Langkah cepat ini dilakukan guna mengantisipasi potensi tumpahan bahan bakar minyak yang dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan laut.
Pemasangan Oil Boom untuk Mitigasi Pencemaran
Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, menjelaskan bahwa pihaknya memasang pembatas tumpahan minyak untuk membatasi penyebaran dan melindungi area sensitif di sekitar lokasi kejadian dengan mengelilingi badan kapal. Tindakan tersebut menjadi upaya mitigasi apabila muncul potensi ceceran bahan bakar agar tidak meluas keluar dari area kapal selama penanganan berlangsung.
Amran menyatakan bahwa keterlibatan unit operasional maritim ini merupakan bagian dari penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PTK sekaligus wujud komitmen nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan. Menurut Amran seperti dilaporkan detikcom, tim dari Marine Tanjung Sekong dan Marine Tanjung Gerem langsung bersiaga serta merespons ke lokasi kejadian sejak Selasa sore, 20 Oktober, dengan membawa perlengkapan HSSE kemaritiman.
Pengerahan Armada dan Sinergi Tim Gabungan
Dalam penanganan tersebut, PTK menyiapkan sejumlah perlengkapan pendukung yang meliputi sebelas unit oil boom tipe permanen dengan panjang keseluruhan mencapai 265 meter, empat unit oil boom tipe Sea Boom, serta personel khusus respons tumpahan minyak. Selain itu, perusahaan juga menurunkan satu kapal tunda beserta kru, beserta kru marine dan awak kapal lainnya.
Amran menambahkan bahwa kolaborasi tim gabungan saat ini menitikberatkan pada penyelesaian pemadaman badan kapal, pemantauan stabilitas bentangan pembatas minyak, serta pemeliharaan status siaga armada dan personel di tempat kejadian. Pihaknya turut mengapresiasi kecepatan gerak berbagai otoritas maritim dan instansi terkait sehingga proses evakuasi penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan lancar, serta pemulihan di lokasi berjalan aman dan terpadu.
Sumber: Finance - Detikcom



