Internasional

Akses Starlink Ukraina Disebut Kewenangan Elon Musk

Akses Starlink Ukraina Disebut Kewenangan Elon Musk

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan bahwa keputusan mengenai akses Ukraina terhadap layanan Starlink sepenuhnya berada di tangan perusahaan induk SpaceX dan kepala eksekutifnya, Elon Musk, dan bukan Gedung Putih. Pernyataan tersebut disampaikan Rubio untuk menanggapi klaim keterlibatan pemerintah AS dalam membatasi akses internet satelit bagi Kyiv.

Batasan Kecepatan dan Gangguan Misi

Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bahwa Elon Musk memerintahkan perlambatan pada Starshield, yakni versi militer dari Starlink yang diandalkan Ukraina untuk bertahan dari serangan rudal Rusia. Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Serhii Beskrestnov, mengungkapkan melalui aplikasi Telegram pada 14 Oktober bahwa SpaceX menerapkan batasan kecepatan 160 kilometer per jam pada layanan Starshield. Pembatasan ini berdampak pada sistem pemandu pesawat tanpa awak yang digunakan Ukraina untuk mencegat drone Rusia yang terbang dengan kecepatan jauh lebih tinggi. Kementerian Pertahanan Ukraina kemudian mengonfirmasi pemulihan layanan tersebut pada 15 Oktober.

Terkait hal tersebut, Marco Rubio berbicara kepada para wartawan saat melakukan kunjungan ke India bahwa dirinya tidak mengetahui apakah pemerintah AS mengetahui keputusan itu sebelumnya namun menilai hal tersebut tidak relevan. Menurut Rubio, penentuan batasan kecepatan dan penggunaan layanan tersebut diatur sepenuhnya melalui kontrak komersial privat.

Perbedaan Pandangan Pejabat

Di sisi lain, kantor berita Reuters melaporkan keterangan dari dua pejabat AS dan seorang pejabat Barat yang menyebutkan bahwa keputusan pembatasan tersebut pada akhirnya berasal dari Gedung Putih, sebuah versi yang dikonfirmasi oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy namun dibantah oleh pemerintahan Trump.

Elon Musk sebelumnya menulis melalui platform X bahwa segala batasan kecepatan atau penggunaan ditentukan oleh militer AS dan Presiden Amerika Serikat. Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan kepada para wartawan bahwa dirinya tidak mengetahui siapa yang memerintahkan pembatasan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat. Kepala Pentagon Pete Hegseth turut menyatakan pemutusan akses Starlink sebagai masalah komersial yang tunduk pada ketentuan layanan perusahaan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *