Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer serta pergerakan gelombang di beberapa wilayah.
Prakiraan Curah Hujan dan Dinamika Atmosfer
BMKG menyampaikan periode kekeringan panjang sepanjang musim kemarau tahun ini dipicu oleh El Nino yang sangat kuat serta IOD Positif. Meskipun demikian, wilayah Indonesia dijadwalkan mulai memasuki musim hujan pada bulan November mendatang.
Memasuki sepekan ke depan, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah didominasi oleh curah hujan kategori rendah hingga menengah. Berdasarkan Prakiraan Cuaca Dasarian I November 2026, sebanyak 77 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami hujan berintensitas kategori menengah dengan kisaran 50 sampai 150 milimeter per dasarian.
Curah hujan dengan kategori menengah tersebut diperkirakan mendominasi kawasan Sumatra, Kalimantan, Papua, serta sebagian wilayah Jawa dan Sulawesi. Di sisi lain, curah hujan kategori rendah diprediksi melanda sebagian Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian wilayah Sulawesi dan Maluku.
Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) turut diperkirakan memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat dan selatan dalam sepekan ke depan. Selain itu, terdapat pula aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial serta Gelombang Mixed Rossby-Gravity di bagian barat, dan Gelombang Kelvin di bagian utara.
Pertemuan berbagai aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi mendorong peningkatan pertumbuhan awan hujan, khususnya di daerah dengan pemusatan massa udara serta kondisi atmosfer yang labil. Kehadiran sirkulasi siklonik yang diprediksi terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya juga berpeluang memengaruhi pola angin regional.
Sistem sirkulasi dan dinamika atmosfer ini berpotensi membentuk daerah perlambatan serta pertemuan angin di sekitar pusat sirkulasi. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif yang berpeluang memicu hujan berintensitas sedang sampai lebat.
Daftar Wilayah Potensi Hujan dan Angin Kencang
Berdasarkan Peringatan Dini Cuaca Indonesia yang berlaku tanggal 28 sampai 30 Oktober 2026, terdapat 23 wilayah yang masuk dalam daftar potensi cuaca ekstrem hari ini. Wilayah-wilayah tersebut terbagi ke dalam kategori hujan lebat hingga sangat lebat, hujan sedang hingga lebat, dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, dan Jawa Barat.
Sementara itu, wilayah yang diprakirakan mengalami hujan sedang hingga lebat adalah Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Adapun wilayah yang diwaspadai menghadapi potensi angin kencang hari ini adalah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.







