Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, menilai Derbi Milan atau Derby Della Madonnina lebih angker dibanding dengan Derbi Manchester di Inggris. Pandangan tersebut disampaikan Amorim menjelang pertandingan pekan kesepuluh Serie A musim 2026/2027 yang berlangsung pada Sabtu (31/10) malam waktu Italia atau Minggu (1/11) dini hari WIB.
Pengalaman Menangani Klub di Berbagai Negara
Amorim sudah pernah merasakan atmosfer dua derbi besar lainnya di kota Lisbon dan Manchester. Pelatih berusia 41 tahun tersebut sebelumnya sempat menukangi Sporting Lisbon pada rentang 2020 hingga 2024, sebelum kemudian melanjutkan kariernya bersama Manchester United dari 2024 sampai 2026.
Berdasarkan pengalamannya, Derbi Milan memiliki aura keangkeran tersendiri yang membuat dirinya merasa bergairah. Ia menyebutkan bahwa suasana menjelang pertandingan sarat gengsi tersebut hampir serupa dengan apa yang ia rasakan saat memimpin Derbi Lisbon.
Amorim menjelaskan bahwa pertandingan tersebut sangat spesial karena mempertemukan dua tim dari kota yang sama, terlebih setelah rencana pembangunan stadion baru diperkenalkan baru-baru ini. Ia memandang persaingan ini sebagai rivalitas yang unik namun tetap diiringi ikatan yang mendalam.
“Saya rasa ini pertandingan spesial karena dimainkan di kota yang sama, dan kemarin kita melihat rencana stadion baru. Ini rivalitas yang unik, tetapi juga ada ikatan yang mendalam,” ujar Amorim seperti dikutip dari Milan Siempre.
“Jika kita melihat budaya Portugal, perasaannya sama: rasa tanggung jawab atas kemenangan, antusiasme para penggemar sangat mirip. Budaya sepak bola di sini lebih dekat dengan budaya Portugal,” tambahnya.
Perbedaan Karakter Sepak Bola Inggris dan Italia
Lebih lanjut, Amorim membandingkan situasi tersebut dengan apa yang ia hadapi di Inggris saat memimpin Derbi Manchester. Menurutnya, atmosfer di Inggris cenderung lebih menjunjung tinggi sportivitas di tengah persaingan yang sengit.
Sebaliknya, pelatih asal Portugal tersebut melihat bahwa nuansa Latin yang keras dan penuh gairah lebih kental tergambar di Italia, mirip seperti yang biasa ia temui di negara asalnya.
“Di Inggris, sedikit berbeda. Ada persaingan sengit, tetapi semangatnya tetap lebih sportif. Di sini, Anda bisa merasakan unsur Latin yang juga kami alami di Portugal,” tutur Amorim.
Menjelang duel akbar tersebut, Inter Milan saat ini tengah memimpin puncak klasemen sementara Liga Italia dengan mengantongi 25 poin dari sembilan pertandingan yang sudah dijalani, serta mencatatkan rekor belum terkalahkan musim ini. Sementara itu, AC Milan berada di peringkat kelima dengan raihan 18 poin.







