Sport

MU Lewati 9 Laga Tanpa Kemenangan, Rekor Terburuk 42 Tahun

MU Lewati 9 Laga Tanpa Kemenangan, Rekor Terburuk 42 Tahun

Manchester United kembali gagal meraih hasil positif setelah takluk dengan skor 0-2 dari Chelsea. Akibat kekalahan tersebut, skuad berjuluk Setan Merah itu kini memperpanjang catatan negatif tanpa kemenangan menjadi sembilan pertandingan beruntun.

Catatan Buruk dan Posisi di Klasemen

Pertandingan antara Chelsea dan Manchester United dalam lanjutan Premier League berlangsung di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026) malam WIB. Dalam laga ini, tim tamu harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah yang diterima oleh Lisandro Martinez.

Hasil minor di markas Chelsea memperpanjang rentetan hasil tanpa kemenangan MU menjadi sembilan pertandingan secara berturut-turut. Selama periode buruk tersebut, Bruno Fernandes dan rekan-rekan hanya mampu meraih tiga kali hasil imbang serta menelan enam kekalahan.

Kemenangan terakhir yang dirasakan oleh MU terjadi lebih dari sebulan yang lalu. Skuad asuhan Michael Carrick itu terakhir kali mencatatkan kemenangan ketika menghadapi tim debutan Liga Champions, Sabah FK, pada tanggal 10 September.

Rangkaian hasil minor ini menjadi catatan terburuk yang dialami Manchester United dalam kurun waktu 42 tahun terakhir. Terakhir kali klub mengalami situasi yang lebih parah adalah pada tahun 1984 dengan catatan sepuluh pertandingan tanpa pernah menang.

Khusus di ajang Premier League, Manchester United sudah melewati enam pertandingan terakhir tanpa satu pun kemenangan. Situasi ini membuat posisi mereka terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris, dengan keunggulan tipis hanya satu poin di atas zona degradasi.

Tanggapan Pelatih

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, mengungkapkan kekecewaannya atas situasi pelik yang sedang dihadapi oleh timnya saat ini. Ia mengakui para pemain sudah berupaya maksimal di atas lapangan, namun situasi berubah drastis dan merugikan tim.

“Ada banyak emosi saat ini. Kami memang klub luar biasa, tapi kami ingin menang. Suporter sudah menunjukkan usahanya dan membayar mahal untuk menyaksikan pertandingan kami,” ujar Carrick kepada TNT Sports.

“Hari ini terlihat bahwa anak-anak sudah menempatkan pertandingan di jalur yang tepat, tapi keadaan berbalik merugikan kami secara drastis dan segalanya berantakan dengan cepat. Ada banyak emosi yang dirasakan saat ini,” tambahnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *