Pertandingan Fenerbahce melawan Liverpool pada laga lanjutan Liga Champions di Sukru Saracoglu Stadium, Kamis (5/11/2026), menjadi momen emosional bagi Dirk Kuyt. Pelatih interim Fenerbahce tersebut harus berhadapan dengan mantan klub yang pernah diperkuatnya saat masih aktif bertanding.
Kondisi Tim dan Jejak Karier Dirk Kuyt
Liverpool diunggulkan memenangi pertandingan ini setelah menempati posisi keempat klasemen sementara dengan sembilan poin. Di sisi lain, tuan rumah Fenerbahce masih berada di peringkat ke-31 dengan raihan dua poin.
Laga ini terasa sangat berkesan bagi Kuyt karena ia pernah mencapai puncak kariernya bersama Liverpool pada periode 2006 hingga 2012. Selama mengenakan seragam klub Inggris itu, mantan pemain asal Belanda tersebut mencatatkan 285 penampilan, mencetak 71 gol, memberikan 40 assist, serta membawa tim menjadi runner-up Liga Champions 2006/2007.
Kuyt dipercaya memegang kendali tim sebagai pelatih interim setelah Ismail Kartal mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala pada akhir Oktober lalu. Sebelum naik jabatan, Kuyt bertugas sebagai asisten pelatih Fenerbahce di bawah kepemimpinan Kartal.
Mengutamakan Kepentingan Fenerbahce
Meski mengakui laga ini sangat spesial, Kuyt siap mengesampingkan rasa cintanya kepada Liverpool demi mengutamakan kepentingan klub yang ditanganinya saat ini.
Seperti dilaporkan detikcom yang mengutip laman resmi Liverpool, Kuyt mengaku antusias sejak pengundian grup dilakukan karena kedua klub memiliki tempat tersendiri di hatinya. Namun, ia menekankan bahwa target utama tim tetap menjadi prioritas.
“Tentu saja, besok akan menjadi momen yang sangat, sangat istimewa bagi saya. Namun, dalam situasi saat ini, bukan saya sosok yang paling penting. Klublah yang terpenting,” ujar Kuyt.
Sumber: Sport - Detikcom







