Edukasi & Inspirasi

MPR Ajak Guru Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Digital

MPR Ajak Guru Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Digital
Daftar Isi
  1. Penguatan Karakter dan Etika Media Sosial
  2. Pelestarian Budaya dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik
  3. Harapan Kolaborasi Berkelanjutan

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengajak para pendidik untuk mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda di tengah pesatnya era digital. Imbauan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Denpasar di Hotel 100 Sunset, Kuta, Bali, Jumat (6/11/2026).

Penguatan Karakter dan Etika Media Sosial

Anggota Badan Sosialisasi MPR RI Sonny T. Danaparamita menjelaskan bahwa peran guru sangat strategis karena tidak sekadar mengajar mata pelajaran, melainkan memegang tanggung jawab moral untuk membangun etika dan semangat kebangsaan peserta didik.

“Guru bukan hanya mengajarkan mata pelajaran, tetapi juga membentuk karakter anak-anak Indonesia. Di tengah tantangan global, disrupsi teknologi, dan perubahan zaman, guru merupakan benteng pertama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda,” ujar Sonny dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Anggota MPR RI Ahmad Labib menekankan pentingnya pembekalan etika digital bagi para siswa. Menurutnya, tenaga pendidik bertanggung jawab membimbing anak didik agar bijak berinteraksi di media sosial serta terhindar dari paparan informasi hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif.

“Anak-anak kita saat ini hidup di dunia digital. Guru harus membimbing mereka agar tidak terjebak dalam hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif. Bermedia sosial juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” pesan Ahmad Labib.

Pelestarian Budaya dan Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Dalam forum yang sama, Anggota MPR RI Abraham Liyanto mengingatkan pentingnya menjaga identitas kebudayaan nasional. Ia menyebut Indonesia memiliki kekayaan luar biasa berupa lebih dari 2.500 bahasa daerah dan ribuan kebudayaan lokal yang patut dibanggakan serta dilestarikan.

“Indonesia memiliki lebih dari 2500 bahasa daerah dan ribuan kebudayaan. Ini merupakan kekayaan luar biasa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Tugas guru adalah memastikan anak-anak kita mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya sendiri sebelum mengenal budaya dari luar,” tegas Abraham.

Terkait keberlangsungan peran pendidik, Anggota MPR RI Wihadi Wijanto menyatakan dukungan agar negara terus memperhatikan tingkat kesejahteraan guru mengingat besarnya kontribusi mereka dalam menentukan masa depan bangsa. Sementara itu, Anggota MPR RI MZ. Amirul Tamim turut memberikan apresiasi atas dedikasi para guru yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai Pancasila di ruang kelas.

Harapan Kolaborasi Berkelanjutan

Ketua PGRI Kota Denpasar I Ketut Suarya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh MPR RI. Ia berharap sosialisasi ini dapat berlanjut menjadi bentuk kerja sama jangka panjang dalam memperkuat karakter para tenaga pengajar, bukan sekadar agenda seremonial semata.

Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh ratusan pendidik dari berbagai sekolah di Kota Denpasar ini ditujukan untuk memantapkan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi dialog interaktif yang memberikan ruang bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi serta persoalan aktual di bidang pendidikan, sebelum ditutup dengan foto bersama seluruh narasumber.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *