Teknologi

10 Cara Efektif Menjaga Data Pribadi di Internet

10 Cara Efektif Menjaga Data Pribadi di Internet

Risiko keamanan digital semakin mengkhawatirkan pengguna internet seiring perkembangan alat kecerdasan buatan yang memudahkan peretasan dan pencurian data. Data pribadi yang mencakup informasi diri publik maupun sensitif merupakan aset berharga yang harus dijaga dari berbagai ancaman kejahatan.

Langkah Pengamanan Akun dan Kata Sandi

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengganti kata sandi atau password secara berkala, misalnya tiga bulan sekali, guna mencegah peretasan. Selain itu, buat password berbeda di masing-masing platform seperti lokapasar dan media sosial untuk mencegah kebocoran data merembet ke akun lain.

Pengguna harus menghindari kombinasi password yang umum atau mudah ditebak seperti angka 12345 atau tanggal lahir. Sangat disarankan membuat password panjang dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol, serta mencatatnya jika takut lupa karena semakin sulit password diingat maka semakin baik.

Apabila memungkinkan, aktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication dari aplikasi atau Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik untuk melindungi data pribadi. Satu hal penting lainnya adalah menjaga kerahasiaan One-Time Password atau OTP dan tidak pernah memberikannya kepada siapa pun terutama saat tidak sedang mencoba login.

Waspada Jaringan dan Tautan Asing

Jaringan WiFi publik memiliki tingkat keamanan rendah yang membuat data pribadi rentan dicuri, sehingga pengguna harus menghindari aktivitas berisiko seperti berbelanja daring dan membuka perbankan seluler saat menggunakannya. Sebagai alternatif transaksi harian, dompet digital dapat digunakan karena memiliki sistem keamanan berlapis dan kontrol penuh dari ponsel daripada langsung memakai kartu debit, kredit, atau uang elektronik.

Pengguna juga disarankan memasang antivirus terbaru dalam perangkat sebagai bentuk antisipasi serangan perangkat merusak yang memungkinkan penyusupan bagi peretas. Selain itu, berhati-hatilah apabila menemukan tautan asing yang mencurigakan meskipun dikirim oleh orang terpercaya seperti keluarga dan jangan langsung mengekliknya.

Tautan tersebut bisa jadi merupakan metode pengelabuan atau phishing yang bertujuan mencuri data pribadi dari platform. Phishing biasanya digunakan pada surel, media sosial, hingga aplikasi pesan instan seperti WhatsApp dengan mengarahkan korban ke halaman palsu untuk menjebak.

Terakhir, mulailah selektif dalam memberikan data pribadi dengan memeriksa terlebih dahulu apakah suatu platform terpercaya atau tidak untuk menghindari risiko kebocoran data.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *