Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyampaikan bahwa pengelolaan koperasi kini diarahkan untuk mengadopsi teknologi digital dalam rangka mengembangkan bisnis mereka. Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Faricha, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi di era digital yang sedang berjalan seperti dilaporkan CNBC Indonesia.
Digitalisasi dan Perluasan Pasar Global
Pemanfaatan teknologi digital diterapkan untuk memperkuat Online Data System (ODS) Koperasi yang mencakup 139 ribu unit. Sistem ini memuat berbagai informasi penting, mulai dari data pengurus, volume usaha, sisa hasil usaha (SHU), pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), hingga jenis usaha yang dijalankan.
Selain itu, untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), digitalisasi diwujudkan melalui Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa Merah Putih atau Simkopdes. Sistem ini mencakup pendataan kelembagaan, pengurus, pengawas, volume usaha, transaksi, hingga proses penyaluran distribusi subsidi dari pemerintah.
Kemenkop juga aktif memacu kegiatan bisnis dan transaksi koperasi agar mampu menembus pasar internasional. Upaya ini diwujudkan lewat keikutsertaan koperasi dalam berbagai ajang pameran global, yang sebelumnya sudah dilakukan oleh sejumlah koperasi dengan membawa produk andalan seperti kopi dan nira.
Capaian Kinerja dan Kontribusi Ekonomi
Berdasarkan catatan Kemenkop, volume usaha koperasi pada tahun 2026 berhasil menyentuh angka Rp257 triliun. Capaian tersebut diiringi oleh perolehan SHU sebesar Rp87 triliun yang menunjukkan bentuk kontribusi nyata koperasi terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 1,2 persen.
Keberadaan 83 ribu desa Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memperkokoh rantai pasok dari tingkat perdesaan hingga sektor industri. Penguatan ini diyakini dapat meningkatkan peran serta koperasi dalam perekonomian, termasuk melalui penciptaan kesempatan kerja di KDKMP guna mencegah terjadinya kesenjangan sosial.
Rangkaian penjelasan tersebut disampaikan dalam dialog bersama Serliana Salsabila dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia pada Senin, 26 Oktober 2026.






