Daftar Isi
Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengonfirmasi adanya peretasan yang diperkirakan menimbulkan dampak hingga US$ 6,3 miliar atau sekitar Rp 114,42 triliun dengan asumsi kurs Rp 18.162 per dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 3 miliar atau setara Rp 54,48 triliun aset kripto saat ini sudah berhasil dibekukan.
Investigasi dan Penanganan Insiden
Seperti dilaporkan detikcom, manajemen Binance menyatakan akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan awal. Manajemen menjelaskan bahwa insiden keamanan itu mungkin melibatkan laptop seorang insinyur DevOps yang diretas, sehingga penyerang memperoleh akses ke kontainer layanan dan mengirimkan transaksi penarikan yang tidak sah.
Salah satu pendiri Binance, Yi He, menyebutkan bahwa kejadian tersebut sama sekali tidak mengganggu deposit pengguna platform. Operasional Binance diklaim tetap berjalan normal tanpa terdampak insiden.
Sebagai langkah penanganan, Binance menghentikan sementara layanan deposit dan penarikan, mencabut otorisasi alamat yang terdampak, serta berkoordinasi dengan penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain. Perusahaan juga menghentikan sementara perdagangan Binance Alpha melalui pengumuman di akun X dan mencatat total dana terverifikasi yang berhasil dibekukan mencapai US$ 2,54 miliar.
Langkah Pembekuan dan Kondisi Pasar
CEO Circle Jeremy Allaire menyatakan perusahaannya telah membekukan lebih dari US$ 800 juta aset USDC yang diduga terkait dengan insiden ini. Langkah serupa juga disampaikan CEO Tether Paolo Ardoino yang mengaku membekukan lebih dari US$ 1,5 miliar stablecoin USDT.
Wakil Presiden Senior Stablecoin Ripple, Jack McDonald, mengatakan pihaknya turut aktif membekukan dana terdampak dalam stablecoin RLUSD. Yi He menambahkan bahwa Ripple turut membantu menghentikan pergerakan dana senilai US$ 200 juta yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut.
Penyedia data kripto Arkham Intelligence mengidentifikasi hampir US$ 6 miliar aset digital yang mencakup Bitcoin, Ether, Solana, dan sejumlah stablecoin di 55 alamat dompet yang diduga terkait eksploitasi. Arkham melakukan identifikasi tersebut melalui analisis data blockchain publik dan meminta bantuan komunitas untuk mengumpulkan informasi.
Di sisi lain, insiden ini menekan pasar kripto di mana harga Bitcoin turun lebih dari 4 persen menjadi US$ 77.994,96 pada perdagangan Jumat, sementara saham Circle merosot sekitar 5 persen dalam perdagangan setelah jam bursa pada hari Kamis.
Komitmen Pemulihan Binance
Binance memastikan seluruh kerugian akibat peretasan akan ditanggung menggunakan dana Secure Asset Fund for Users (SAFU) serta dana perusahaan, sehingga dana milik pengguna tetap aman. Perusahaan juga menegaskan tidak ada indikasi kebocoran data pribadi maupun kunci pribadi dompet pengguna.
Manajemen Binance memperkirakan layanan penarikan dapat kembali dibuka dalam 48 jam ke depan setelah peningkatan sistem layanan penarikan dan kontrol alamat selesai. Binance berencana menerbitkan laporan teknis terperinci serta memperbarui laporan Proof of Reserves setelah investigasi selesai dan seluruh fakta terverifikasi.
Sumber: Finance - Detikcom







