Ekonomi & Bisnis

Laba Indosat Rp 4,92 T, HATM Beli Kapal Rp 457 M

Laba Indosat Rp 4,92 T, HATM Beli Kapal Rp 457 M
Daftar Isi
  1. Pergerakan Pasar dan Saham
  2. Kinerja Keuangan Indosat
  3. Ekspansi Armada HATM
  4. Rights Issue Nexai Digital Infrastruktur

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (28/10) di zona hijau dengan kenaikan 0,31 persen ke level 5.282,31. Pergerakan positif bursa domestik ini turut diwarnai oleh sejumlah aksi korporasi emiten, mulai dari lonjakan laba bersih PT Indosat Tbk hingga rencana ekspansi PT Habco Trans Maritima Tbk.

Pergerakan Pasar dan Saham

Sejumlah saham menjadi penopang pergerakan indeks, di mana BBCA tercatat naik 7,65 persen, disusul ASII yang menguat 7,99 persen, serta AMMN sebesar 3,72 persen. Sebaliknya, beberapa saham bergerak melemah, di antaranya TLKM yang turun 3,27 persen, BRPT 6,79 persen, dan DSSA 5,80 persen.

Aktivitas investor asing mencatatkan arus dana masuk di mana pada pasar reguler investor asing membukukan net buy sebesar Rp257,74 miliar, sementara di seluruh pasar tercatat net buy Rp664,24 miliar. Dari sebelas sektor yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya tiga sektor yang berakhir menguat dengan sektor Health sebagai penguat terbesar kenaikan 1,71 persen dan sektor Infrastructure mengalami penurunan paling dalam yakni 2,13 persen. Pergerakan positif juga terjadi di bursa saham Amerika Serikat dengan Dow Jones naik 0,19 persen ke 52.475, S&P 500 bertambah 0,28 persen ke 7.743, dan Nasdaq menguat 0,27 persen ke 26.549.

BEI menetapkan ASII, BBCA, BUMI, BRPT, dan INDF sebagai saham yang dikecualikan dari daftar efek yang dapat ditransaksikan melalui mekanisme short selling untuk periode November 2026 tanpa mengubah aktivitas perdagangan reguler, sementara ETF EIDO menguat 1,06 persen dan indeks MSCI Indonesia naik 2,13 persen.

Kinerja Keuangan Indosat

PT Indosat Tbk (ISAT) mencatat kenaikan laba bersih hingga September 2026 mencapai Rp4,92 triliun, yang meningkat 37,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,59 triliun. Kinerja tersebut didukung pendapatan yang tumbuh 11,10 persen secara tahunan menjadi Rp45,75 triliun, sementara pertumbuhan laba usaha mencapai 25,50 persen menjadi Rp9,84 triliun sejalan dengan kenaikan total beban yang relatif lebih rendah yakni 7,80 persen.

Segmen seluler masih menjadi sumber pendapatan terbesar Indosat dengan kenaikan 9,50 persen menjadi Rp37,85 triliun. Di sisi lain, segmen multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan pendapatan yang meningkat 20,70 persen secara tahunan menjadi Rp7,24 triliun.

Ekspansi Armada HATM

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) melakukan ekspansi armada dengan membeli kapal bulk carrier Union Lotus dari Coastline Shipping Limited (CSL) senilai US$25,60 juta atau sekitar Rp457,11 miliar guna mendukung kebutuhan pelanggan di tengah terbatasnya ketersediaan kapal. Setelah dibeli, Union Lotus akan kembali disewakan kepada CSL yang merupakan pihak ketiga tidak terafiliasi melalui skema time charter jangka panjang.

Nilai transaksi tersebut setara dengan 27,92 persen dari ekuitas HATM sehingga dikategorikan sebagai transaksi material yang tidak membutuhkan persetujuan RUPS. Berdasarkan posisi proforma per 30 Juni 2026, transaksi itu membuat aset lancar HATM turun 24,76 persen, sementara aset tidak lancar meningkat 33,36 persen, dengan potensi tambahan pendapatan berulang di atas pendapatan sembilan bulan pertama 2026 yang tercatat Rp839,65 miliar.

Rights Issue Nexai Digital Infrastruktur

PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) bersiap melakukan Penawaran Umum Terbatas I atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285,73 juta saham baru bernilai nominal Rp20 per saham. Setiap pemegang 100 saham lama akan mendapatkan hak atas 15 HMETD dengan harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp8.880 per saham, sehingga perseroan berpotensi memperoleh dana maksimal Rp2,54 triliun.

Dana hasil rights issue dialokasikan sekitar Rp1,57 triliun untuk pengambilalihan piutang dan pelunasan sebagian pinjaman kepada NDC, serta Rp800 miliar sebagai setoran modal kepada anak usaha untuk mendukung pengembangan pusat data kecerdasan buatan di Batang dan Cikarang, dengan sisa dana untuk modal kerja. Pemegang saham utama MGLV yaitu PT Nextier Datamate Center (NDC) yang menguasai 62,71 persen saham akan mengambil seluruh haknya senilai sekitar Rp1,59 triliun tanpa pembeli siaga, sementara pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi terdilusi maksimal 13,04 persen dengan cum date pasar reguler dan negosiasi pada 4 November 2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *