Presiden Donald Trump menyatakan pada Rabu bahwa dirinya menyetujui kedatangan Senator Brasil Flavio Bolsonaro ke Amerika Serikat menyusul kekalahan dalam pemilihan presiden pada akhir pekan lalu.
Keberangkatan ke Amerika Serikat dan Respons Trump
Flavio Bolsonaro meninggalkan Brasil menuju Amerika Serikat, sementara seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihak berwenang akan memberikan visa masuk bagi dirinya beserta keluarga, seperti dilaporkan oleh Reuters pada Selasa. Mengenai hal tersebut, Trump menyampaikan kepada para wartawan di landasan pacu Pangkalan Bersama Andrews sepulangnya dari perjalanan kampanye di Texas bahwa ia memberikan persetujuan, seraya menambahkan bahwa ia mendengar Flavio sempat berada di Argentina.
Flavio, yang belum mengakui kemenangan petahana dari sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva, bertolak dari Brasil setelah menolak mematuhi perintah Mahkamah Agung untuk menyerahkan paspornya. Trump menilai keluarga Bolsonaro sebagai orang-orang yang baik dan menyebut pemilihan umum di Brasil berlangsung sangat aneh serta mengerikan. Trump juga menyoroti dampak buruk terhadap pasar di negara tersebut serta menyatakan bahwa dirinya mengenal kedua belah pihak, baik Lula, Flavio, maupun sang ayah.
Pernyataan tersebut merujuk pada mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang sebelumnya sempat dituding oleh Trump sebagai korban penganiayaan yudisial di Brasil. Menurut Trump, sang ayah diperlakukan dengan sangat buruk, meski ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam urusan domestik negara tersebut.
Agenda Internasional dan Pemilu Sela AS
Dalam kesempatan yang sama, Trump mengungkapkan harapan untuk segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, serta menilai banyak kemajuan telah dicapai dalam upaya penyelesaian perang di Ukraina. Di sisi lain, Putin menyatakan kesiapan Rusia untuk melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina yang dimediasi AS pada bulan depan, dengan tuntutan jaminan keamanan bagi kedua negara dan kerangka kerja keamanan Eropa.
Trump menambahkan bahwa ia memiliki agenda pertemuan mengenai pelucutan senjata nuklir dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Selain itu, ia dijadwalkan mengunjungi Manila, ibu kota Filipina, pada November untuk menghadiri KTT blok regional ASEAN. Ketika ditanya mengenai partai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang kehilangan kursi dalam pemilu, Trump mengaku mendengar bahwa Netanyahu meraih hasil yang cukup baik.
Menjelang agenda politik domestik, Trump menghadapi pemilu sela di Amerika Serikat pada pekan depan, di mana jajak pendapat memperkirakan Partai Demokrat berpeluang merebut kembali kendali atas salah satu atau kedua majelis dari Partai Republik.
Sumber: US Top News and Analysis





