Bibit siklon tropis 98B yang sebelumnya terpantau aktif di sebelah barat Indonesia kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Arnab. Kendati demikian, posisinya dilaporkan sudah meninggalkan wilayah Tanah Air.
Perkembangan dan Analisis BMKG
Menurut catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sistem tersebut mencapai intensitas siklon tropis pada Senin (26/10) pukul 07.00 WIB. Pertumbuhan ini terjadi di luar wilayah monitoring atau Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Berdasarkan analisis lembaga tersebut, siklon tropis itu tercatat memiliki tekanan sebesar 992 hPa dengan kecepatan angin maksimal mencapai 55 knot.
Pergerakan dan Prediksi IMD
Di sisi lain, Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan bahwa Siklon Tropis Arnab terus mengalami peningkatan kekuatan hingga masuk kategori very severe cyclonic storm atau badai siklon sangat parah di kawasan Teluk Benggala bagian barat-tengah. Merujuk buletin nasional ke-14 yang dirilis pada Selasa (27/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia, badai ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 23 kilometer per jam dalam rentang waktu enam jam sebelumnya.
Pusat siklon berada di sekitar 15,9 derajat Lintang Utara dan 86,0 derajat Bujur Timur pada Selasa (27/10) pukul 01.00 WIB. Titik tersebut berjarak sekitar 400 kilometer selatan-tenggara Gopalpur, Odisha, serta 350 kilometer tenggara Visakhapatnam, Andhra Pradesh.
Selain itu, posisi badai terpantau berada sekitar 420 kilometer timur-tenggara Kakinada, 520 kilometer timur Machilipatnam, dan 590 kilometer timur Bapatla, Andhra Pradesh. IMD juga mencatat pusat badai Arnab berada di kisaran 870 kilometer barat-barat laut Sri Vijaya Puram yang terletak di Kepulauan Andaman.
Otoritas cuaca setempat memperkirakan Arnab akan terus bergerak ke arah barat-barat laut hingga Selasa (27/10) malam sebelum berbelok menuju barat laut. Badai itu diproyeksikan melintasi kawasan pesisir Andhra Pradesh serta Yanam, tepatnya di antara Bapatla dan Visakhapatnam, mendekati Yanam pada Rabu (28/10) menjelang siang waktu setempat.
Ketika tiba di daratan, sistem tersebut diyakini masih memegang status badai siklon sangat parah dengan kecepatan angin berkelanjutan tertinggi mencapai 115 hingga 125 kilometer per jam. Kekuatan embusan anginnya bahkan diantisipasi bisa menyentuh angka 140 kilometer per jam.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas meteorologi India sudah memberlakukan peringatan tingkat merah bagi kawasan pesisir Andhra Pradesh serta Odisha Selatan yang berada dekat dengan lintasan badai.




