Negara-negara di kawasan Asia dinilai perlu mempercepat adopsi kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kehidupan sosial. Hal tersebut tertuang dalam laporan Bank DBS Indonesia Research yang berjudul “Intentional AI: Connecting Intelligence, Capital and Outcomes”.
Peluang Investasi dan Peran Dunia Usaha
Riset tersebut mengungkapkan bahwa permodalan ke sektor kecerdasan buatan telah mengalir deras, namun konsentrasinya masih terbatas. Meskipun China memimpin dalam berbagai penerapan, aliran modal pengembangannya masih tertinggal dibandingkan Amerika Serikat ataupun Inggris.
DBS Group Research menjelaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi terkait arus permodalan yang masuk, melainkan ke mana perginya dana tersebut. Bagi investor, peluang terbesar tidak hanya terletak pada pendanaan model tercanggih, melainkan pada perusahaan, infrastruktur, dan institusi yang mampu mengubah kecerdasan menjadi hasil nyata.
Sementara itu, bagi dunia usaha, fokus utama adalah menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan secara efektif. Perusahaan yang unggul adalah pihak yang konsisten menghubungkan kecerdasan dengan pelaksanaan, merancang ulang alur kerja berorientasi hasil, serta membangun kepercayaan publik.
Kesiapan Infrastruktur dan Perkembangan di Indonesia
Di sisi lain, pemerintah memiliki tugas menciptakan kondisi pendukung melalui regulasi, pengadaan, infrastruktur, dan akuntabilitas agar proyek percontohan dapat berkembang dalam skala besar. Asia sendiri memiliki keunggulan berupa talenta teknik, kapasitas manufaktur, infrastruktur digital, serta pasar yang luas untuk menghadapi berbagai tantangan mendesak seperti layanan kesehatan dan inklusi keuangan.
Singapura berada pada posisi strategis untuk menghubungkan potensi tersebut guna mempermudah pembiayaan, pengujian, dan tata kelola proyek regional. Di Indonesia, perkembangan kecerdasan buatan juga berlangsung pesat, terutama di sektor perbankan.
Otoritas Jasa Keuangan mencatat pemanfaatan teknologi di sektor keuangan telah berkembang dari *machine learning* sederhana dan automasi proses menjadi *Generative AI* serta *Agentic AI* yang mampu mengambil keputusan secara otonom. Indonesia memerlukan strategi agar tidak hanya menjadi pasar, melainkan turut menangkap peluang ekonomi yang tercipta.
Untuk mengupas potensi, dampak, dan tantangan adopsi teknologi tersebut, CNBC Indonesia bersama Bank DBS Indonesia menyelenggarakan acara Coffee Morning bertajuk “Beyond AI Adoption: Indonesia’s Role in the AI Economy” pada Selasa, 3 November 2026, yang menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas langkah konkret dan sinergi di tanah air.






