Ekonomi & Bisnis

Daftar Negara dengan Gerai Starbucks Terbanyak, RI Urutan Berapa?

Daftar Negara dengan Gerai Starbucks Terbanyak, RI Urutan Berapa?
Daftar Isi
  1. AS dan China Mendominasi Jaringan Starbucks
  2. Dinamika Penambahan dan Pengurangan Gerai
  3. Kinerja Keuangan dan Status Operasional

Jaringan kedai kopi global Starbucks kini telah tersebar di hampir 90 negara dengan puluhan ribu lokasi. Berdasarkan data CNBC Indonesia, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan gerai terbanyak di dunia, sementara Indonesia berada di urutan tertentu dengan jumlah kedai yang mengalami penyusutan.

AS dan China Mendominasi Jaringan Starbucks

Hingga kuartal III tahun fiskal 2026, Starbucks mengoperasikan total 41.304 gerai di seluruh belahan dunia. Amerika Serikat tercatat sebagai pasar terbesar dengan kepemilikan 16.933 gerai, diikuti oleh China di posisi kedua dengan 8.103 gerai. Gabungan kedua negara adidaya tersebut menguasai sekitar 61 persen dari seluruh jaringan global Starbucks.

Posisi berikutnya ditempati oleh Korea Selatan yang memiliki 2.174 gerai dan Jepang sebanyak 2.138 gerai. Kanada melengkapi daftar lima besar dengan mengoperasikan 1.438 gerai. Di kawasan Asia, Korea Selatan dan Jepang memiliki jaringan yang jauh lebih luas dibandingkan kebanyakan pasar di Eropa secara individual.

Sementara itu, Indonesia tercatat memiliki 592 gerai Starbucks. Posisi Indonesia berada di bawah Taiwan yang mengantongi 614 gerai, namun masih berada di atas Thailand yang mencatatkan 574 gerai.

Dinamika Penambahan dan Pengurangan Gerai

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, arah ekspansi Starbucks menunjukkan perbedaan yang signifikan di tiap negara. China mencatatkan penambahan terbesar yakni sebanyak 797 gerai dari 7.306 unit pada kuartal III tahun fiskal 2024 menjadi 8.103 unit pada periode yang sama di 2026. Angka tersebut melampaui Amerika Serikat yang hanya bertambah 203 gerai, serta Korea Selatan dan Jepang yang masing-masing tumbuh 237 dan 190 gerai.

Sebaliknya, pengurangan kedai terjadi di beberapa wilayah. Malaysia mengalami penurunan tertinggi sebanyak 136 gerai sehingga tersisa 272 unit, disusul Arab Saudi yang berkurang 59 gerai, serta Kanada yang menyusut 30 gerai. Di Indonesia sendiri, jumlah gerai berkurang sebanyak 17 unit dari semula 609 gerai menjadi 592 gerai.

Penyusutan ini dipengaruhi oleh berbagai tekanan di tiap pasar, mulai dari boikot konsumen akibat konflik Gaza di Malaysia dan Timur Tengah, hingga persaingan ketat dengan kedai kopi lokal serta alternatif minuman berharga lebih murah. Kendati demikian, penutupan gerai juga tidak lepas dari strategi perusahaan serta evaluasi kinerja masing-masing lokasi, termasuk rencana penutupan sekitar 250 gerai berkinerja kurang baik di Amerika Utara pada September 2026.

Perubahan pengelolaan juga terjadi di Asia lewat rencana DFI Retail Group yang akan mengambil alih kepentingan Maxim’s Caterers dalam bisnis berlisensi Starbucks di tujuh pasar. Wilayah tersebut meliputi Thailand, Hong Kong, Singapura, Vietnam, Kamboja, Makau, dan Laos dengan target transaksi rampung pada akhir Maret 2027, tanpa melibatkan Indonesia.

Kinerja Keuangan dan Status Operasional

Di tengah variasi ekspansi jaringan tersebut, performa finansial Starbucks memperlihatkan gambaran yang beragam. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$9,3 miliar pada kuartal III tahun fiskal 2026, yang mengalami penurunan 1 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. Meskipun demikian, penjualan gerai sebanding global justru tumbuh 7,9 persen yang didorong oleh kenaikan jumlah transaksi serta nilai rata-rata pembelian.

Perubahan model bisnis turut memengaruhi laporan pendapatan, di mana sebanyak 67 persen gerai Starbucks berstatus berlisensi pada akhir kuartal tersebut, sementara 33 persen sisanya dioperasikan langsung oleh perusahaan. Melalui model berlisensi, mitra menjalankan operasional kedai sesuai perjanjian sedangkan Starbucks memperoleh pemasukan lewat mekanisme yang berbeda dari pengelolaan langsung.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *